NASIB Siswa SLB Pagar Alam Tak Pernah Terima MBG, Padahal Sekolah Sebelah Rutin, Kepsek: Bingung
Tommy Simatupang April 23, 2026 11:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pagar Alam, Sumsel kecewa tidak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Padahal sekolah di sebelah rutin menerima program MBG, seperti SMAN 4, SMPN 8, dan TK Pembina. 

SLB merupakan sekolah bagi anak kebutuhan khusus.  

Kepala Sekolah SLB Pagar Alam, Rahmad Hidayat membenarkan jika hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan jatah MBG untuk para siswa, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA sederajat.

“Kami belum dapat jatah MBG, padahal sudah ada beberapa dapur yang melakukan survei dan pendataan jumlah siswa di sekolah kami,” ujarnya.

“Tiga sekolah di dekat kami ini semua sudah dapat MBG, tapi kami sampai saat ini belum juga dapat. Jadi kami bingung kenapa dan apa alasannya. Jika memang ada syarat yang harus kami penuhi, bisa dikonfirmasi ke pihak kami,” tambahnya.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah siswa di SLB mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sebanyak 127 siswa.

Jumlah tersebut tidak terlalu banyak dibandingkan sekolah lain di sekitarnya.

Baca juga: Serahkan Rp8,4 Miliar ke KPK, Khalid Basalamah Sebut Diberi PT Muhibah, Tak Tahu Asal-usul Uangnya

Baca juga: Imigrasi Sumut Bentuk Forkopdensi, Fokus Tingkatkan Penanganan dan Pemberdayaan Deteni

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BGN Pagar Alam, Chintia, menjelaskan bahwa jatah MBG untuk SLB Kota Pagar Alam masih menunggu SPPG Nendagung 4 yang saat ini belum diluncurkan.

Pasalnya, berdasarkan pembagian kuota, SLB masuk dalam cakupan SPPG Nendagung 4.

“Namun nanti akan kami data kembali apakah siswa SLB Pagar Alam bisa dimasukkan ke SPPG yang sudah berjalan saat ini. Pada dasarnya, dapur untuk SLB Pagar Alam memang berada di SPPG Nendagung 4,” jelasnya.

Siswa SD di Asahan Tolak MBG Karena Bau

Viral di media sosial dan sejumlah grup whatsapp tentang tiga orang anak berpakaian putih merah khas sekolah dasar menolak memakan menu ikan dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dari video yang dilihat tribun-medan.com pada Rabu (22/4/2026) itu, memperlihatkan tiga orang bocah yang menolak makan menu MBG sembari memegang ompreng yang berisikan menu ikan mujair.

“Bapak MBG, ikannya bau, kami gamau makan,” kata tiga orang anak dalam video viral tersebut.

Baca juga: Lirik Lagu Batak Borngin Na Mansai Uli Dipopulerkan oleh Artha Sister

Setelah di telusuri Tribun-medan.com, diketahui tiga orang siswa tersebut diduga bersekolah di salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Padang Sipirok, Aek Ledong, Kabupaten Asahan.

Selain itu, di video lainnya, terdengar suara seorang Wanita yang mengeluhkan baunya menu MBG sembari memperlihatkan isi ompreng. Dalam video tersebut, Wanita itu menunjukan isian menu yang berisikan ikan mujair, sayur kacang Panjang, dan buah salak.

Kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Aek Ledong Timur 2, Yusril Pasaribu saat di konfirmasi tribun-medan.com melalui pesan singkat whatsapp masih belum menjawab.

Melainkan, dalam laman resmi Instagram milik SPPG Aek Ledong Timur 2 menyatakan permohonan maafnya setelah terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Saya memohon maaf kepada pihak sekolah dan penerima manfaat dari dapur kami. Dimana menu kami pada hari Senin (13/4/2026)  yaiut nila asam padeh dimana ikan nilanya masih berbau amis,” kata Yusril Pasaribu, Kepala SPPG Leidong Timur 2.

Ia mengaku, ikan yang diberikan kepada para siswa dan penerima manfaat itu bukan busuk dan tidak masak. Melainkan masih bebau amis yang kurangnya pengawasan dari SPPG.

“Ikan nila yang kami sajikan bukanlah busuk, melainkan masih berbau amis karena kurangnya control saat masak, kurang bumbu,” ujarnya.

Ia mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas dan perketat kontrol dalam pengolahan menu sebelum didistribusukan.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.