Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Nostalgiawan Wahyudi menilai perluasan konflik ke kawasan Asia Tenggara bukan langkah bijak dan justru berpotensi memperbesar eskalasi perang.
Menurutnya, salah satu tanda bahwa AS akan memperluas konflik ke kawasan Selat Malaka adalah dengan peluncuran rudal balistik.
Ia menilai, aksi penembakan hingga penangkapan kapal menunjukkan konflik yang semula terpusat di Selat Hormuz mulai merembet ke Selat Malaka.
Ia menegaskan, jika konflik meluas ke Selat Malaka, dampak terbesar bukan hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga mengguncang perekonomian China yang sangat bergantung pada jalur perdagangan tersebut