TRIBUN-VIDEO - Jurnalis Lebanon, Amal Khalil dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon, Rabu (22/4/2026).
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh media tempatnya bekerja, Al-Akhbar.
Tim penyelamat menemukan jenazah Khalil di bawah reruntuhan sebuah rumah di Kota Al-Tiri, beberapa jam setelah serangan terjadi.
Badan pertahanan sipil Lebanon menyebut korban meninggal akibat serangan udara yang menghantam bangunan tersebut.
Dikutip dari Arabnews.com, Khalil diketahui merupakan jurnalis senior yang aktif meliput konflik Israel–Hezbollah sejak Oktober 2023, termasuk perkembangan terbaru di kawasan tersebut.
Menurut laporan, saat kejadian Khalil bersama fotografer Zeinab Faraj tengah meliput situasi di lokasi.
Serangan udara pertama menghantam kendaraan di depan mereka, memaksa keduanya berlindung ke sebuah rumah.
Namun, bangunan tersebut kemudian kembali menjadi sasaran serangan berikutnya.
Pihak berwenang Lebanon menuduh pasukan Israel tidak hanya menargetkan lokasi para jurnalis, tetapi juga menghalangi upaya penyelamatan.
Akses menuju lokasi dilaporkan diblokir, termasuk bagi tim Palang Merah dan militer Lebanon.
Serangan lanjutan bahkan disebut menyasar jalan utama menuju lokasi, sehingga menghambat ambulans mencapai korban.
Tim evakuasi juga dilaporkan mundur setelah adanya serangan peringatan berupa granat kejut.
Dalam insiden tersebut, fotografer Zeinab Faraj mengalami luka serius dan telah dilarikan ke rumah sakit bersama korban sipil lainnya.
Sementara Khalil sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang.”
Ia menilai penargetan jurnalis serta penghalangan tim penyelamat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos menyebut peristiwa itu sebagai “kejahatan keji” yang tidak dapat ditoleransi.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menegaskan bahwa segala bentuk penghambatan terhadap upaya penyelamatan merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan berpotensi melanggar kewajiban kemanusiaan internasional.
Sebelum tewas, Khalil dilaporkan pernah menerima ancaman langsung melalui pesan WhatsApp dari nomor yang diduga berasal dari Israel, yang memintanya meninggalkan negara tersebut jika ingin tetap selamat.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan kelompok kebebasan pers sebelumnya juga telah menuduh Israel berulang kali menargetkan jurnalis di wilayah konflik, termasuk di Gaza.
Mereka memperingatkan bahwa impunitas terhadap tindakan tersebut berisiko menormalisasi serangan terhadap pekerja media.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!