PKB Jakarta Perketat Seleksi Ketua DPC, 20 Kader Jalani Uji Kepatutan Berstandar Tinggi
Dodi Hasanuddin April 23, 2026 11:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jakarta memperketat proses penjaringan calon Ketua DPC dengan menerapkan mekanisme baru berupa Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK).

Sebanyak 20 kandidat mengikuti tahapan ini di Aula DPW PKB Jakarta, Kamis (23/4), yang sebelumnya melewati Musyawarah Cabang (Muscab) pada 18-19 April 2026.

Baca juga: Muscab PKB Jaksel Masuk Tahap Penentuan, Kader Siap Ikuti Keputusan DPP

Sekretaris Wilayah DPW PKB Jakarta, Mohammad Fauzi, menegaskan UKK kali ini dirancang sebagai bagian dari strategi pembentukan kepemimpinan partai yang lebih terukur dan berdaya saing.

“Ini model rekrutmen baru. Kita ingin memastikan pemimpin PKB ke depan benar-benar punya kapasitas, integritas, dan daya gerak. Ini fondasi menuju ‘PKB Masa Depan Jakarta," ujar Fauzi pada Kamis (23/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, DPW PKB Jakarta tidak hanya mengandalkan penilaian internal. 

Baca juga: Muscab PKB Jakarta Barat Fokus UMKM, Generasi Muda, dan Isu Perkotaan

Proses asesmen turut melibatkan tim independen dari Rumah Besar Konseling Islam (RBKI) dengan pendekatan psikotes berstandar TNI level perwira.

Metode ini digunakan untuk menguji berbagai aspek, mulai dari ketahanan mental, kepemimpinan, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam situasi tertekan.

Fauzi menekankan, standar penilaian yang diterapkan tergolong tinggi meski pelaksanaan berlangsung dalam suasana santai.

“Penilaiannya objektif. Yang menentukan lulus atau tidak adalah peserta sendiri. Walaupun suasananya santai, standar yang kita pakai sangat tinggi,” tegasnya.

Baca juga: PKB Angkat Budaya Betawi Jadi Agenda Politik, Muscab Jakarta Jadi Panggung Konsolidasi 2029

Hasil UKK akan menjadi bahan pertimbangan utama sebelum DPW menetapkan Ketua DPC definitif.

Selanjutnya, laporan asesmen akan disampaikan kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk evaluasi menyeluruh terhadap masing-masing kandidat, termasuk kelebihan dan potensi yang dimiliki.

Kata Fauzi, ketatnya proses seleksi tidak terlepas dari posisi strategis Ketua DPC di Jakarta yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam penggerakan politik dan pembangunan wilayah.

“Kita tidak bisa bicara kemenangan kalau pemimpinnya tidak punya kapasitas. Ketua DPC itu motor penggerak. Harus terukur, tidak bisa coba-coba,” imbuhnya.

Baca juga: Cak Imin Sebut PKB Akan Realistis Hadapi Peluang Prabowo di Pemilu 2029

Dia menambahkan, UKK ini merupakan bagian dari upaya standarisasi kepemimpinan berjenjang di tubuh PKB, mulai dari tingkat DPW hingga ranting, agar selaras dengan arah kebijakan pusat.

Melalui skema ini, PKB Jakarta menargetkan terbentuknya struktur partai yang lebih progresif dan adaptif.

Dengan sistem rekrutmen tersebut, PKB Jakarta optimistis dapat memperkuat kualitas kepemimpinan sekaligus meningkatkan daya saing politik ke depan.

Fauzi menilai, peluang untuk meraih kepercayaan publik hingga memimpin Jakarta terbuka lebar jika ditopang oleh figur yang kuat.

“Kalau pemimpinnya kuat dan dekat dengan masyarakat, PKB bisa menang. Dan kalau PKB memimpin Jakarta, kita yakin perubahan besar bisa terjadi dari kemacetan, banjir, sampai polusi udara,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.