POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur memastikan kesiapan infrastruktur dasar guna mendukung operasional Kawasan Peruntukan Industri Aik Kelik (KIAK), Kamis (23/4/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pertanahan, dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) Belitung Timur, Idwan Fikri menyatakan dukungan jaringan energi, air, dan transportasi darat telah masuk dalam perencanaan matang tahun 2026.
Satu di antara sektor yang menjadi perhatian utama adalah pemenuhan kebutuhan energi listrik. Idwan mengatakan saat ini telah tersedia berbagai pembangkit listrik di sekitar kawasan, mulai dari PLTD Manggar hingga berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm).
"Sistem jaringan energi kita sudah berjalan. Ada PLTBm Belitung Energy di Damar dan PLTBm PT Parit Sembada di Kelapa Kampit. Kedepan, kita juga merencanakan peningkatan PLTMG Belitung 2 di Kecamatan Damar untuk menyokong KIAK," ujar Idwan.
Untuk memperkuat distribusi listrik, sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dari Dukong ke Manggar akan terus dioptimalkan. Rencana pembangunan jalur SUTT dari Manggar menuju PLTMG Belitung 2 juga tengah dipersiapkan agar pasokan listrik di kawasan industri tetap stabil.
Dari segi Sumber Daya Air, Idwan menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan Unit Air Baku yang berasal dari berbagai sungai dan kolong besar di wilayah sekitar, seperti Kolong Tebat Gadung dan Kolong Pice.
"Kebutuhan air industri dan domestik di sekitar KIAK akan disuplai melalui SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang unit produksinya berada di Manggar, Damar, dan Kelapa Kampit. Embung Aik Kelik juga diposisikan sebagai salah satu cadangan air baku yang penting," ucapnya.
Selanjutnya Idwan memastikan bahwa jaringan jalan kolektor dan lokal telah disiapkan untuk mobilitas kendaraan berat. Peningkatan infrastruktur jalan umum dan jalan khusus menuju kawasan industri terus dikawal agar tidak menghambat logistik.
Idwan juga menyinggung soal infrastruktur laut, selain terminal khusus yang tersedia di tiap kecamatan, Pelabuhan Manggar sebagai Pelabuhan Penyeberangan Kelas I akan memainkan peran utama dalam mobilitas orang dan barang dari luar pulau.
"Kita juga punya jalur penyeberangan lintas Manggar menuju Ketapang di Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 142 mil. Jalur ini akan menjadi alternatif logistik yang sangat efisien bagi pelaku industri di KIAK," ungkapnya.
DPUPRP2RKP juga telah merancang prasarana pendukung lainnya, mulai dari Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), pengelolaan limbah B3, hingga drainase kawasan untuk mencegah genangan.
Terakhir, Idwan menambahkan bahwa aspek keselamatan juga tidak dilupakan. Jalur evakuasi bencana dan titik kumpul telah dipetakan menggunakan jalan-jalan kolektor dan lokal guna memberikan rasa aman bagi para investor dan pekerja nantinya.
"Kami ingin memastikan bahwa KIAK bukan hanya sekadar lahan luas, tapi kawasan yang benar-benar siap secara infrastruktur. Mulai dari listrik, air hingga aksesibilitas darat dan laut, semuanya sedang kami sempurnakan," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)