TRIBUN-TIMUR.COM - Geng motor masih bebas beraksi di Makassar.
Aparat kepolisian mengakui para pelaku kerap berpindah-pindah lokasi saat beraksi.
Aksi teror di jalanan yang menebar ketakutan ini dinilai kian mengkhawatirkan.
Warga pun dibuat resah dengan kemunculan kelompok tersebut yang sulit diprediksi.
Bahkan, belum lama ini seorang pengendara motor harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban penyerangan geng motor.
Peristiwa itu terjadi saat korban melintas di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (20/4/2026).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan pihak kepolisian sejauh ini telah intens melakukan patroli.
"Itu semua sudah dilakukan baik pihak Polda maupun Polrestabes Makassar. Dari Sabhara sudah melakukan patroli, juga bergabung dengan lalu lintas," ujar Didik di Mapolda Sulsel, Rabu (22/4/2026).
Namun demikian, Didik mengakui kelompok geng motor tersebut kerap berpindah-pindah tempat saat beraksi.
"Cuma mereka ini kan selalu berpindah, sudah ada kita lakukan tindakan, kemudian kita bubarkan, tetapi mereka tetap melakukan itu," katanya.
Ia menambahkan, patroli akan terus ditingkatkan di titik-titik yang dianggap rawan.
"Ini kita tingkatkan lagi di tempat-tempat yang memang berpotensi terjadinya permainan motor itu," ujarnya.
Didik juga menegaskan bahwa setiap langkah penanganan akan terus dievaluasi agar lebih maksimal.
"Setiap pelaksanaan tugas pasti ada evaluasi. Bagaimana kekurangannya dan kenapa masih selalu terjadi, itu jadi tugas kita ke depan," jelasnya.
Terkait tindakan terhadap pelaku, Didik memastikan penegakan hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Jika dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana, maka pelaku akan diproses secara hukum.
"Kalau memang itu ada pidananya, pasti kita proses secara pidana. Kalau pelanggaran biasa, kita ingatkan, karena tugas utama kita pencegahan, baik preemtif maupun preventif," katanya.
Aksi Teror Jalanan
Aksi penyerangan geng motor sebelumnya terekam kamera CCTV di sebuah warung kelontong di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (15/4/2026).
Dalam rekaman beredar, seorang remaja terlihat dikejar kawanan geng motor yang membawa busur dan parang.
Korban yang berusaha menyelamatkan diri berlari hingga masuk ke dalam warung.
Namun, para pelaku tetap mengejar hingga ke bagian dalam toko.
Satu dari empat pelaku terlihat membentangkan anak panah busur, sementara lainnya membawa senjata tajam.
Penjaga toko yang merupakan seorang perempuan tidak mampu menghalau aksi tersebut.
Penjaga toko, Nurul (25), mengatakan korban yang sempat bersembunyi di dalam toko akhirnya diseret keluar oleh para pelaku.
Ia mengaku tidak mengetahui kondisi korban setelah dibawa keluar ke jalan.
"Jam 3 dini hari kejadiannya, saya sementara jaga. Tiba-tiba ada anak-anak lari masuk, selisih satu menit baru datang yang mengejar," ujarnya.
Nurul mengaku panik karena kejadian itu berlangsung begitu cepat, sementara dirinya seorang diri menjaga toko.
"Panik ka, karena ada yang langsung lari masuk nda dikenal. Yang pertama lari masuk itu yang dikejar karena dia sembunyi," katanya.
Ia menyaksikan korban diseret paksa keluar oleh pelaku.
"Iya ditarik keluar, tapi nda tauma bagaimana di luar karena nda keluar ma lihat, takut ka," katanya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengaku telah melihat video penyerangan tersebut.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah para pelaku merupakan geng motor atau bukan.
"Yang viral di media sosial itu masih kita dalami, apakah pelakunya geng motor atau mau tawuran. Yang jelas termonitor dari CCTV," jelasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Bontoala.
"Petugas dari Polsek terdekat masih mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan," katanya.
Selain itu, penyelidik juga masih mencari tahu kondisi korban pasca kejadian.
Polisi Tingkatkan Patroli
Polisi mulai meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan di Makassar untuk menekan aksi geng motor.
Langkah ini dilakukan menyusul maraknya aksi kekerasan jalanan meresahkan masyarakat.
Seperti video viral di media sosial, memperlihatkan aksi geng motor di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Senin (20/4/2026) dini hari.
Dalam rekaman tersebut, kawanan geng motor tampak membawa senjata tajam berupa busur dan parang.
Salah satu pelaku bahkan terlihat turun dari sepeda motor dan bersiap melesatkan anak panah.
Ia mengarahkan busur ke arah seseorang saat rombongan hendak berputar di jalur U-turn.
Akibat aksi itu, sejumlah pengendara melintas memilih berhenti karena takut menjadi sasaran.
Di hari yang sama, aksi konvoi geng motor juga dilaporkan terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, mengaku pihaknya telah memonitor kejadian tersebut.
Ia menyebut kelompok yang beraksi di Jalan AP Pettarani diduga merupakan kelompok yang sama dengan yang terlihat di Jalan Urip Sumoharjo.
Menurutnya, kawanan geng motor tersebut diduga berputar-putar sebelum akhirnya kembali beraksi di lokasi lain.
Saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo, para pelaku sempat mengancam seorang pengendara.
Korban yang panik berusaha melarikan diri, namun terjatuh dari sepeda motornya.
"Jadi kemungkinan geng motor di Pettarani ini mutar-mutar, lanjut ke Urip. Di sana mereka berpapasan dengan salah satu korban," ujar Uji.
Ia menambahkan, korban sempat melarikan diri hingga ke Jalan Angkasa, depan Panaikang.
Namun, korban akhirnya tidak sadarkan diri akibat insiden tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya dan harus mendapatkan perawatan medis.
Beberapa luka terbuka diduga akibat sabetan senjata tajam.
"Korban satu orang, tapi lukanya cukup banyak. Awalnya dirawat di Bhayangkara, lalu dirujuk ke RSUD Daya untuk penanganan lanjutan," jelasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan tim Resmob Polsek Panakkukang.
Pihak kepolisian juga telah menerima laporan dari keluarga korban.
Selain itu, polisi telah mengidentifikasi salah satu kendaraan yang digunakan pelaku.
"Kami jemput bola karena keluarga korban tidak bisa datang ke kantor. Kami langsung ke Bhayangkara dan membuat laporan polisi," kata Uji.(*)