SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO – Puluhan ibu di Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), mengikuti pelatihan pola asuh anak guna menghadapi pesatnya perkembangan digitalisasi.
Kegiatan tersebut, dikemas dalam sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Kegiatan ini menghadirkan psikiater dr Rasyid Salim sebagai pemateri, dan digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto pada Rabu (22/4/2026).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, mengatakan sosialisasi ini menjadi bekal penting bagi orang tua dalam memahami kesehatan mental anak serta strategi pola asuh yang tepat.
"Jadi ibu-ibu harus melek digital, agar dapat memberikan pendidikan yang baik di tengah pesatnya digitalisasi. Orang tua juga dituntut adaptif dalam mendampingi tumbuh kembang anak," ujar Ning Ita.
Ia menegaskan bahwa keluarga, khususnya ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak.
Oleh karena itu, orang tua harus mampu mencegah dampak negatif digitalisasi terhadap perilaku dan mental anak.
Menurut Ning Ita, komunikasi dalam keluarga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pola asuh anak.
"Kegagalan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi dasar munculnya berbagai kenakalan remaja. Jika komunikasi baik maka anak akan menjadikan orang tua sebagai tempat bercerita," bebernya.
Poin Penting dalam Pola Asuh Era Digital:
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga telah menjalankan program Sekolah Orang Tua Remaja (STAR) di 18 kelurahan. Program ini, melibatkan tenaga profesional seperti psikolog untuk membantu memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak.
"Sasarannya adalah pasangan ibu dan anak, untuk membangun hubungan yang lebih harmonis," pungkas Ning Ita.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi masyarakat terkait pola asuh sesuai perkembangan zaman.
Ia menilai, kader PKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga.
"Komunikasi adalah jembatan utama dalam keluarga, anak yang kuat lahir dari keluarga yang sehat secara emosional. Keluarga yang mampu saling mendengar, menguatkan dan menyelesaikan persoalan dengan kasih sayang," tukasnya.