Terpukulnya Cinta Kuya usai Uya Kuya sang Ayah Difitnah Miliki 750 Dapur MBG: Pa, Ini Apa Lagi?
Weni Wahyuny April 24, 2026 03:46 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabar bohong yang menyebut presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, memiliki 750 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), berdampak ke sang anak, Cinta Kuya.

Cinta bahkan terpukul mendengar sang ayah kembali difitnah di media sosial.

Kepada Uya Kuya, Cinta menanyakan langsung kebenaran dari kabar yang beredar tersebut.

“Cinta bilang, ‘Pah ini apa lagi sih?’ terus anak-anak nanya, ‘Emang Papa punya dapur?’,” ujar Uya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dikutip melalui Live Grid.ID, Selasa (21/4/2026).

Menanggapi hal itu, Uya dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia memastikan tidak memiliki dapur MBG seperti yang ramai dibicarakan.

“Saya bilang, ‘Cin, Papa sampai sekarang enggak punya satu pun dapur MBG’,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kesal, Uya menuturkan bahwa Cinta merasa sedih karena keluarganya kembali menjadi target fitnah.

Situasi ini membuat luka lama seolah kembali terbuka.

“Ya Cinta sedih lah, pastilah,” ucapnya singkat.

Trauma masa lalu juga disebut masih membekas di benak keluarga mereka.

Terlebih saat kejadian Agustus 2025 lalu, rumah mereka sempat dijarah akibat hoaks serupa.

“Karena mereka ngalamin apa yang terjadi bulan Agustus itu akibat video hoaks,” ungkap Uya.

Laporkan 10 Akun

Belajar dari pengalaman itu, Uya kini memilih tidak lagi diam.

Baca juga: Ogah Jual Rumah Meski Dijarah Habis, Uya Kuya: Ini Hasil Keringat Sendiri, Bukan Uang Rakyat

Ia memutuskan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan fitnah.

“Sekarang gue enggak bisa tinggal diam. Kalau ada fitnah ya klarifikasi,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, Uya telah melaporkan sekitar 10 akun media sosial ke pihak berwajib. Laporan tersebut telah didaftarkan ke Polda Metro Jaya pada 18 April 2026.

Langkah ini diambil setelah ia menemukan unggahan berupa foto editan dengan narasi menyesatkan. Isu tersebut dinilai sangat merugikan dan mencoreng nama baiknya.

Kasus ini kembali menunjukkan dampak serius dari penyebaran hoaks di ruang publik. Tak hanya merusak reputasi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis keluarga yang terdampak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.