Raniero Segera Tinggalkan AS Roma, Cek 2 Pemain Target Transfer Giallorossi
Pangkan Banama Putra Bangel April 24, 2026 05:19 AM

TRIBUNKALTENG.COM - Kabar Liga Italia, Claudio Ranieri akan segera meninggalkan AS Roma setelah perselisihan dengan Gian Piero Gasperini.

Laporan dari berbagai media di Italia mengklaim bahwa Claudio Ranieri diperkirakan akan meninggalkan posisinya di AS Roma.

Hal tersebut setelah perselisihan publik dengan pelatih kepala Gian Piero Gasperini yang telah menyebabkan perpecahan di kubu Giallorossi.

Baca juga: AC Milan Jual 3 Pemain Demi Punggawa Baru, Leon Goretzka Target Utama Rossoneri

Baca juga: Pemain Inter Milan Capai Kesepatakan Dengan Barcelona, Esposito Bertahan di Nerazzurri

Baca juga: Juventus Alami Kendala Biaya Untuk Rekrut Gelandang Atalanta di Musim Panas

Ranieri akan meninggalkan AS Roma secepatnya.

Ketegangan antara dua tokoh senior AS Roma memuncak awal bulan ini ketika Ranieri memberikan wawancara yang mengklaim bahwa Gasperini bahkan tidak termasuk di antara tiga kandidat utama klub ketika mereka berupaya menunjuk pelatih kepala baru di akhir musim lalu. 

Gian Piero Gasperini sering mengkritik perekrutan pemain baru klub dan staf medis klub.

Yang mana juga dibalas oleh Ranieri menjelang pertandingan Serie A AS Roma melawan Pisa baru-baru ini. 

Perang kata-kata ini menjadi konfirmasi atas perpecahan yang terus berlanjut di dalam manajemen senior AS Roma.

Pekan lalu, beredar laporan bahwa Ranieri dan Gasperini 'mengabaikan' satu sama lain di tempat latihan klub setelah wawancara yang diberikan Ranieri. 

Situasi dengan cepat menjadi tidak terkendali dan laporan di Italia mengklaim bahwa kepala pelatih atau penasihat senior kemungkinan akan meninggalkan klub pada akhir musim sebagai akibatnya. 

Kini, menurut laporan terbaru, keputusan telah diambil agar Claudio Ranieri meninggalkan jabatannya posisi sebagai penasihat senior. 

Diketahui bahwa pengumuman resmi dari Roma mungkin akan segera datang, sementara Ranieri 'sudah pergi' dan keputusan tersebut akan dikonfirmasi dalam konferensi pers pada hari Jumat. 

Hal ini bertentangan dengan fakta bahwa Ranieri memberikan wawancara singkat pada hari Kamis yang menyatakan bahwa AS Roma "mengharapkan yang terbaik," bahwa "para pemain memberikan segalanya," dan bahwa "semua orang bersatu untuk satu tujuan."

AS Roma Akan Berupaya Lagi untuk Reuni dengan Gelandang Inter Milan

Davide Frattesi termasuk di antara beberapa pemain Inter Milan yang belum cocok dengan pelatih Christian Chivu.

Bhakan ada kemungkinan besar dia akan berada di daftar pemain yang akan dicoret di musim panas.

Hal tersebut pun membuat AS Roma diperkirakan akan melakukan upaya lain untuk membawanya kembali.

Gelandang itu berharap ada perubahan positif di bawah manajer yang berbeda.

Namun, Davide Frattesi malah bermain lebih sedikit daripada saat Simone Inzaghi memimpin, dan performanya jauh kurang efektif.

Davide Frattesitelah mencatatkan 30 penampilan, hanya 9 kali sebagai starter.

Ia seolah terlupakan dalam beberapa bulan terakhir.

AS Roma akan menemukan lahan yang lebih subur kali ini, karena Frattesi jauh lebih mudah dilepas oleh Inter Milan sekarang.

Label harganya yang selalu menjadi masalah utama, terus menurun.

Davide Frattesi tumbuh di akademi Giallorossi tetapi pergi sangat awal, bergabung dengan Sassuolo sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran pada tahun 2017.

Sang pemain tentu saja bisa dilibatkan dalam pembicaraan transfer Manu Kone.

Pemain berusia 26 tahun ini juga pernah dikaitkan dengan Juventus, Atletico Madrid, dan dua klub Liga Inggris di masa lalu.

Namun, tidak ada satu pun klub yang memenuhi tuntutan klubnya saat ini.

Davide Frattesi pindah dengan biaya transfer 30 juta euro pada tahun 2024.

Frattesi, Roma, dan Inter

Akhirnya akan tiba waktunya baginya untuk pergi jika pemimpin Serie A tidak terlalu keras kepala dengan harga transfernya.

Pada titik tertentu, kepergiannya akan menjadi pemborosan sumber daya dan satu tempat dalam skuad.

Davide Frattesi akan menjadi pengganti yang berkualitas untuk Lorenzo Pellegrini dan dapat dengan mudah berkembang dalam sistem yang berbeda.

Jika Giallorossi berhasil mendapatkan Kone, mereka akan mengejar tawaran tertinggi sebelum akhir Juni.

Akan tetapi mereka masih dapat merancang operasi dua arah dari segi waktu.

AS Roma bergerak untuk pemain sayap senilai 40 juta euro yang tertarik dengan transfer ke Barcelona.

Masa depan Victor Munoz kemungkinan akan menjadi salah satu topik pembicaraan di Spanyol musim panas ini.

Apalagi mengingat pemain sayap Osasuna tersebut menikmati musim debut yang bagus di La Liga.

Pemain berusia 22 tahun itu melakukan debutnya bersama La Roja bulan lalu.

Bahkan, Victor Munoz mencetak gol di pertandingan pertamanya, dan telah tampil mengesankan di El Sadar.

Victor Munoz telah menarik minat mantan klubnya, Barcelona, ​​tetapi ada juga spekulasi bahwa Real Madrid mungkin akan berusaha membawanya kembali ke Bernabeu.

Mereka memiliki klausul penjualan kembali sebesar 50 persen untuk Munoz, yang memiliki klausul pelepasan sebesar 40 juta euro di Osasuna.

Kemudian ada opsi pembelian kembali untuk Victor Munoz dan ada spekulasi bahwa mereka akan memblokir kepindahan apa pun ke Barcelona.

Los Rojillo sudah menolak tawaran 25 juta euro dari Sunderland pada bulan Januari dan diperkirakan akan mendapat minat lebih lanjut dari klub-klub Liga Inggris.

Victor Munoz baru-baru ini juga mengganti agennya, menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan yang memiliki hubungan dekat dengan Barcelona, ​​yang memicu pembicaraan lebih lanjut tentang masa depannya.

AS Roma bergerak untuk merekrut Victor Munoz.

Klub Italia AS Roma menjadi klub terbaru yang menunjukkan minat pada Munoz dan Jose Alvarez.

Bahkan dilaporkan bahwa mereka telah mengajukan tawaran kepada Victor Munoz dengan persyaratan pribadi.

Giallorossi bersedia mengeluarkan dana besar untuk pemain sayap cepat tersebut, dan ia menyebutkan angka hipotetis sebesar 35 juta euro.

Sang pemain sendiri tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan tentang masa depannya.

Munoz tertarik untuk kembali ke Barcelona.

Alvarez melanjutkan dengan mengatakan bahwa Victor Munoz tertarik dengan gagasan untuk kembali ke Barcelona, ​​jika mereka berminat merekrutnya.

Munoz berasal dari Barcelona, ​​dan meskipun menghabiskan dua tahun di Real Madrid, ia masih memiliki keluarga di kota tersebut dan bahkan beberapa di antaranya bekerja di fasilitas pelatihan di Ciutat Esportiva.

Masalahnya adalah Real Madrid kemungkinan akan menggagalkan kepindahan ke klub Catalan tersebut.

Ketika Osasuna menerima tawaran untuk Munoz, mereka kemudian diharuskan untuk memberi tahu Real Madrid, yang memiliki waktu 48 jam untuk membuat tawaran balasan.

Gian Piero Gasperini memberikan empat syarat agar tetap di AS Roma setelah keretakan hubungan dengan Claudio Ranieri.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Gian Piero Gasperini ingin tetap menjadi pelatih kepala AS Roma meskipun pekan lalu penuh masalah dan terjadi perseteruan terbuka dengan penasihat senior Claudio Ranieri.

Akan tetapi ada empat syarat utama yang diinginkan pelatih agar tetap berada di Stadio Olimpico untuk musim 2026/2027.

Belakangan ini, banyak spekulasi beredar mengenai masa depan Gasperini sebagai pelatih AS Roma, meskipun mantan pelatih Atalanta itu baru diangkat kurang dari setahun yang lalu. 

AS Roma saat ini berada di posisi keenam klasemen Serie A dan peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan sangat kecil.

Apalagi setelah Juventus unggul lima poin di posisi keempat pada Minggu malam.

Gian Piero Gasperini juga terlibat adu mulut publik dengan penasihat senior Claudio Ranieri.

Diketahui bahwa pelatih tersebut bahkan bukan termasuk tiga kandidat utama klub untuk mengisi posisi tersebut di akhir musim lalu. 

Beberapa laporan mengklaim bahwa Gasperini dan Claudio Ranieri pada dasarnya saling mengabaikan di tempat latihan klub pada awal pekan lalu.

Bahkan berbagai kabar yang beredar bahwa situasi tersebut telah menjadi tidak dapat dipertahankan. 

Apa yang harus terjadi agar Gasperini tetap bertahan di Roma?

Kepergian Claudio Ranieri dari tim Giallorossi adalah salah satu syarat utama agar Gasperini tetap menjabat sebagai pelatih kepala AS Roma musim depan. 

Selain itu, Gasperini juga tidak terlalu tertarik untuk terus bekerja sama dengan direktur olahraga Ricky Massara.

Diklaim bahwa hubungan antara kedua anggota manajemen AS Roma tersebut tidak pernah benar-benar terjalin dengan baik dan mereka terus berselisih mengenai keputusan di bursa transfer. 

Gian Piero Gasperini juga dikabarkan menginginkan lebih banyak 'kendali' atas AS Roma secara keseluruhan.

Diketahui bahwa Gasperini akan unggul dalam gaya 'manajer Inggris' klasik, dengan lebih banyak suara dalam transfer dan keputusan lain di dalam klub.

Ya, seperti penunjukan staf medis baru, sebuah isu yang sering diangkat oleh pelatih tersebut sepanjang musim 2025-26. 

Terakhir, Gasperini menginginkan jaminan di bursa transfer dan kepastian bahwa akan ada anggaran yang signifikan.

Hal tersebut untuk berinvestasi pada pemain baru setelah apa yang ia rasakan sebagai dua jendela transfer yang mengecewakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.