Aktivitas Gunung Merapi Jumat Pagi 24 April 2026: Teramati 17 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak
Muhammad Fatoni April 24, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 17 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (24/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 46 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 51.48-187.53 detik.

Serta 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-32 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 17.41-46.98 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Jumat 24 April 2026: Potensi Hujan Ringan di Kulon Progo dan Gunungkidul

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 250 meter dari puncak.

Sementara cuaca berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 20.7°C. Kelembaban 85 persen. Tekanan udara 914.7 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.