TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO - Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli memastikan penembakan terhadap Kasubag Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo, Yemis Yohame pada Selasa (21/4/2026) tidak ada kaitannya dengan kunjungan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Diketahui Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Papua Senin (20/4/2026) hingga Rabu (22/4/2026).
Baca juga: ASN Yahukimo Ditembak Mati di Depan Rumah, Koops TNI Habema Buru Pelaku
Kunjungan ini berlangsung selama tiga hari di beberapa kabupaten/kota, termasuk Nabire, Mimika, Yahukimo, Sorong, dan Raja Ampat.
Didimus menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan Wapres Gibran.
"Terima Kasih Pak Wakil Presiden sudah datang ke Yahukimo, disini saya tegaskan, kejadian penembakan tidak ada kaitan atau hubungan dengan kunjungan Wakil Presiden," kata Didimus dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Menurut Didimus, penembakan terhadap korban Yemis Yohame merupakan tindakan kriminal murni.
Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh suara-suara sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik.
Didimus menekankan pihak pemerintah sudah meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut guna mengungkap motif penembakan.
Baca juga: Sosok Yemis Yohame, Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo Tewas Diduga Ditembak KKB, Bukan Sekpri Wabup
"Pemerintah meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan apakah pelaku berasal dari kelompok TPNPB, TNI, Polri maupun kelompok lainnya sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian," jelasnya.
Ia juga berharap semua elemen masyarakat dapat membantu mengungkap pelaku penembakan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Dekai dan membiarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap tabir di balik peristiwa tragis ini.
Aksi penembakan terjadi di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) pukul 20.20 WIT.
Korban ditembak di bagian dada kanan di depan rumahnya.
Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Dekai.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga kabur ke wilayah hutan.
"Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini," katanya.
Mengutip Wikipedia, Didimus Yahuli SH lahir 20 Juli 1973.
Didimus adalah Bupati Yahukimo 2 periode yakni 2021–2025 dan 2025–2030.
Sebelum menjadi bupati, Didimus adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Yahukimo periode 2014–2019.
Didimus Yahuli menikah dengan Ami Milka Orva Yikwa dan dikaruniai 4 orang anak.
Ayah dari istri Bupati Didimus Yahuli merupakan salah satu penginjil pertama yang melakukan penginjilan melalui Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di daerah Ninia, Lembah Way.
Sebelum menjadi Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yahukimo.
Ia menjabat sejak 2014 hingga 2019, setahun kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Yahulimo.
Selama menjadi anggota DPRD, ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari anggota biasa sampai menjadi ketua DPRD dan kemudian menjadi Wakil Ketua sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Yahukimo dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 lalu.
Didimus Yahuli kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Yahukimo dalam Pilbup Yahukimo 2020.
Dalam pilkada keempat di Kabupaten Yahukimo tersebut, Didimus Yahuli menggandeng Esau Miram, seorang Politisi muda yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yahukimo (2014 - 2019), sebagai wakilnya.
Pasangan DY - EM diusung oleh empat partai politik, yaitu NasDem, Hanura, Golkar dan Perindo.
Didimus Yahuli, walaupun bukan kader dari salah satu partai politik pengusung, namun kemudian berhasil meraih suara terbanyak setelah meraih 172.535 suara sah.
DY - EM berhasil mengalahkan pasangan petahana, Abock Busup dan Yulianus Heluka dalam pelaksanaan Pilkada tersebut.
Kemenangan tersebut diterima oleh pasangan petahana dan kemudian dilantik oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, pada 5 Mei 2021.
Tanda Penghargaan
Pantaloka Advokasi Untuk Pembangunan Manusia Sejak Dini UNICEF (2002)
Setahun lalu tepatnya pada Jumat (21/3/2025), KKB melakukan serangan brutal dan pembakaran bangunan di Distrik Anggrupaten, Kabupaten Yahukimo.
Serangan ini menyasar tenaga pendidik di wilayah Papua Pegunungan.
KKB melakukan serangan brutal dan pembakaran bangunan di Distrik Anggrupaten, Kabupaten Yahukimo.
Laporan awal menyebutkan hingga enam guru meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah seorang guru bernama Rosalina, yang jenazahnya ditemukan di lingkungan SD YPK Anggruk.
Kelompok penyerang membakar rumah dinas guru yang terhubung dengan rumah dinas tenaga kesehatan (nakes), serta bangunan SD YPK Anggruk
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebi Sambom, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Mereka berdalih bahwa lokasi yang diserang dicurigai sebagai tempat persembunyian agen intelijen atau aparat negara.
Kelompok yang terlibat diduga dipimpin oleh Elkius Kobak dan Kopi Heluka.
Menanggapi kejadian itu, Didimus Yahuli mengirimkan pesan suara agar Kapolres dan Dandim 1715/Yahukimo berkoordinasi untuk menyelamatkan para guru SD YPK Anggruk.
Saat itu Didimus mendapat informasi OPM masuk di Distrik Anggruk dan membakar sekolah SD YPK Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan.
"Forkopimda baru saja saya terima informasi dari pengurus Yayasan Serapim dan Wakil Bupati Yahukimo bahwa ada kejadian di Distrik Anggruk," kata Didimus dalam pesan suara itu.
Didimus Yahuli meminta tindakan cepat dari aparat keamanan.
Ia juga meminta agar anggota dikirim ke lokasi untuk mencari kemungkinan adanya korban selamat.
=