TRIBUNNEWS.COM - Perang perebutan takhta tertinggi voli kasta teratas tanah air, Proliga 2026, akan dimulai setelah persaingan sengit di perebutan tempat ketiga usai, Jumat (24/4/2026).
Sitasu saat ini, dua partai sarat gengsi di sektor putra dan putri akan tersaji dalam tajuk laga pertama Grand Final Proliga 2026.
GOR Amongraga, Yogyakarta akan jadi panggung Jakarta Pertamina Enduro bersua Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di sektor putri pada pukul 15.00 WIB.
Tak berhenti di situ, malam harinya pukul 19.00 WIB, tensi akan memuncak lewat duel klasik di sektor putra.
Mempertemukan Jakarta Bhayangkara Presisi kontra raksasa yang tengah bangkit, Jakarta LavAni Livin Transmedia.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, babak pamungkas musim ini mengadopsi format best-of-three.
Artinya, tim tidak hanya bergantung pada satu pertandingan final saja. Sebuah tim baru bisa ditahbiskan sebagai kampiun jika mampu mengamankan dua kemenangan dari maksimal tiga pertemuan.
Namun, partai pertama hari ini tetap menjadi kunci krusial; siapa pun yang mencuri kemenangan perdana akan mengantongi modal psikologis yang masif untuk mengunci gelar di laga kedua.
Di sektor putri, sorotan utama jelas tertuju pada sosok Megawati Hangestri Pertiwi.
Tim asuhan Bulent Karslioglu ini seolah baru saja menemukan kepingan puzzle yang hilang saat melakoni seri terakhir Final Four di Semarang pekan lalu.
Sebelum menjejakkan kaki di Semarang, performa Pertamina Enduro sempat dinilai belum stabil.
Baca juga: Update Transfer Liga Voli Korea - Red Sparks Lepeh Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Pilih ke China
Terutama saat berlaga di hadapan publik Solo. Namun, di Semarang, Megawati cs tampil bak kesetanan dengan menyapu bersih kemenangan.
Hebatnya, salah satu korban keganasan mereka adalah sang rival di final hari ini, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Namun, meremehkan Gresik Phonska adalah sebuah kesalahan fatal. Tim besutan Alessandro Lodi ini dikenal memiliki daya juang yang luar biasa.
Sang kapten, Medi Yoku, adalah roh permainan yang mampu membakar semangat rekan-rekannya di saat-saat kritis.
Bagi Gresik Phonska, laga pertama hari ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah panggung penebusan dosa atas kekalahan mereka di Semarang.
Duel antara Jakarta LavAni melawan Jakarta Bhayangkara Presisi adalah potret rivalitas paling panas di Proliga dalam tiga tahun terakhir.
Secara statistik, LavAni musim ini adalah tim yang hampir sempurna.
Tim milik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini, tampil begitu dominan sejak fase reguler hingga Final Four tanpa sekalipun tersentuh kekalahan.
Di bawah asuhan David Lee, LavAni menjelma menjadi mesin pemenang yang presisi.
Kombinasi pemain muda berbakat seperti Boy Arnez dan Hendra Kurniawan, dipadukan dengan kematangan Dio Zulfikri di posisi setter, membuat LavAni diunggulkan di atas kertas.
Namun, ada satu hantu yang terus membayangi mereka, mentalitas di partai final.
LavAni tentu belum lupa rasa pedih di musim 2024 dan 2025. Meski tampil mentereng di fase sebelumnya, mereka justru melempem dan harus menyerah di tangan Bhayangkara Presisi saat laga penentuan juara.
Bhayangkara Presisi, yang seringkali tampil tidak se-konsisten LavAni di fase awal, justru memiliki DNA juara yang akan meledak saat laga final.
Bhayangkara Presisi saat ini berada di ambang sejarah besar. Jika mampu kembali menumbangkan LavAni, mereka akan mencatatkan hattrick juara (tiga musim berturut-turut), sebuah prestasi yang gagal diraih LavAni di masa jaya mereka.
Jumat, 24 April 2026
- (Putri) Pukul 15.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
- (Putra) Pukul 19.00 WIB: Jakarta LavAni Livin Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi
(Tribunnews.com/Niken)