TRIBUN-MEDAN.com - Setelah viral dan menuai kritik publik imbas masak mie pakai kompor listrik di dalam kereta api, Murhani Purba akhirnya klarifikasi.
Wanita itu mengaku tidak tahu kalau ada aturan yang melarang menggunakan kompor listrik di dalam kereta api.
Murhani bahkan dengan santainya masak mi bahkan menambahkan telur dan saos sambal.
Video itu diunggah oleh Murhani sendiri di akun Threads miliknya @purbamurhani.
Pada video itu ia tampak sedang menuangkan saos ke dalam panci listri berisi mi yang baru matang.
"Masak mi di kereta api," ucap Murhani.
Ia juga memperlihatkan colokan dari panci listrik.
Video itu diunggah Murhani di akun media sosialnya.
"Masih di Stasiun Tegal Guys masih panjang perjalanan, nikmati aja perjalanan dengan rebus soto medan
sederhana tapi nikmat," tulis Murhani.
Video itu pun viral di media sosial bahkan sampai ditanggapi oleh akun Threads @kai122_.
Murhani juga pamer hujatan karena dianggap membahayakan penumpang lainnya.
"Selamat sore Kak Murhani.
Mohon maaf kak. Dalam perjalanan naik KA antarkota, penumpang tidak diperkenankan menggunakan outlet listrik di rangkaian KA untuk memasak.
Mohon kerja samanya untuk menjaga untuk turut menjaga keselamatan dan keamanan bersama," tulis akun KAI.
Pemilik akun @labulabubulabu menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Murhani itu membahayakan perjalanan.
"IBUUUUUUK
ada colokan disitu bukan untuk masak mieee ibuuuuu, bukan untuk panci listrik ibuuuuu
Tapi untuk hp, laptop
Kalo dipake panci listri gitu trus ampe ngejepret ampe konslet ibu bisa kesetrum ibuuuuu, perjalanan orang orang jadi terganggung ibuuuu Jangan egois ibuuuuuu," tulisnya.
Karena ramai dibuli oleh netizen, Muhrani pun akhirnya meminta maaf.
Ia mengaku tak tahu kalau tindakannya itu ternyata tidak diperbolehkan.
"Halo semuanya,
Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas video yang sedang beredar.
Saya menyadari bahwa tindakan memasak mie di dalam kereta api adalah hal yang tidak diperbolehkan.
Saat kejadian, saya memang belum mengetahui adanya aturan tersebut, dan itu menjadi kekeliruan dari saya.
Tidak ada niat untuk melanggar aturan atau mengabaikan kenyamanan serta keselamatan penumpang lain.
Namun, saya memahami bahwa apa yang saya lakukan tetap tidak benar," tulisnya.
Ia mengaku kalau kejadian ini jadi pelajaran yang sangat penting untuk dirinya.
"Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk lebih memahami dan menaati peraturan di ruang publik ke depannya.
Saya dengan tulus meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman, termasuk pihak terkait.
Terima kasih atas pengertiannya," tulisnya lagi.
(*/ Tribun-medan.com)