TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pelajar berinisial MIS (16) diamankan warga setelah becak bermotor (bentor) yang dikendarainya terbalik di Jalan Bromo, Lorong Tengah, Kecamatan Binjai, Kecamatan Medan Area, Rabu (22/4/2026) sekira pukul 01.00 WIB.
Saat warga mendekat, mereka menemukan senjata tajam jenis parang yang berada di atas bentor tersebut.
Pelajar itu pun langsung digiring warga ke Polsek Medan Area untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolsek Medan Area, AKP Ainul Yaqin, melalui Kanit Reskrim Iptu Fajri Lubis menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika MIS sedang mengendarai bentor dan diduga ugal-ugalan dengan seorang rekannya yang juga mengendarai sepeda motor.
"Jadi saat itu si anak ini bawa bentor, mungkin ugal-ugalan sama temannya yang juga bawa sepeda motor. Pas di Jalan Bromo, simpang Lorong Tengah, bentornya terbalik," ujar Iptu Fajri Lubis saat dikonfirmasi awak media, Jum'at (24/4/2026).
Warga yang melihat langsung mendekat untuk memeriksa kondisi bentor dan pengendaranya.
Disitulah warga menemukan senjata tajam jenis parang di dalam becak bermotor tersebut.
Temuan senjata tajam itu sontak membuat warga curiga. Mereka menduga MIS hendak terlibat tawuran atau "bentor hantu" yang belakangan meresahkan warga.
"Becak bermotor ada parangnya. Dipikir warga mungkin mau tawuran atau bentor hantu. Kemudian anak tersebut diserahkan ke Polsek Medan Area," ungkapnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Medan Area, MIS mengaku bahwa parang yang ditemukan di atas bentor tersebut bukan miliknya.
Lebih lanjut, Fajri mengungkap bahwa pelaku masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar, pihak kepolisian mengambil langkah memanggil orang tuanya.
"Langkah yang kita laksanakan adalah memanggil orang tua, pihak sekolah, dan kepala lingkungan. Kemudian kita serahkan kembali pada orang tua untuk didik dan dibina," pungkas Iptu Fajri Lubis.
(Cr9/Tribun-medan.com)