TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita yang tengah hamil lima bulan ditemukan tewas di kediamannya setelah diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi di Chiang Mai, Thailand, dan mengundang perhatian publik setelah fakta-fakta baru terungkap dalam proses penyelidikan.
Dikutip dari Mstar.com, Jumat (24/4/2026), berdasarkan laporan yang beredar, korban diketahui berusia 33 tahun.
Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya dengan sejumlah luka lebam pada tubuh. Temuan tersebut menimbulkan kecurigaan adanya unsur kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada kematian.
Suami korban, seorang pria berusia 35 tahun, pada awalnya memberikan keterangan bahwa istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan di dalam rumah. Ia mengklaim korban tergelincir sebelum akhirnya meninggal karena luka yang dialami.
Namun, keterangan tersebut kemudian diragukan setelah pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kondisi jasad korban serta kronologi kejadian.
Dalam proses pemeriksaan intensif, pelaku akhirnya mengubah keterangannya dan mengakui bahwa ia telah melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian istrinya. Pengakuan tersebut menjadi titik terang dalam mengungkap penyebab sebenarnya dari peristiwa tersebut.
Menurut pengakuan pelaku, hubungan rumah tangga mereka telah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan. Selama periode tersebut, keduanya disebut kerap terlibat pertengkaran yang dipicu oleh rasa cemburu.
Pelaku mengungkapkan bahwa konflik semakin sering terjadi setelah korban diduga pernah menyatakan bahwa bayi yang dikandungnya bukan anak dari pelaku. Pernyataan tersebut disebut memicu emosi dan pertengkaran berulang di antara keduanya.
Pada hari kejadian, pertengkaran kembali terjadi antara pasangan tersebut. Situasi memanas hingga pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memukul dan mendorong korban dengan kuat ke arah dinding.
Tindakan tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera serius yang berujung pada kematian di tempat kejadian.
Meskipun demikian, berdasarkan pengakuan yang disampaikan, pelaku sempat menunjukkan penyesalan setelah kejadian tersebut.
Ia dilaporkan menangis dan memohon maaf kepada istrinya, serta menyatakan masih memiliki perasaan sayang terhadap korban.
Sementara itu, keterangan dari pihak sekitar turut memperkuat dugaan adanya riwayat kekerasan dalam hubungan pasangan tersebut.
Seorang tetangga menyampaikan bahwa pelaku sebelumnya pernah menunjukkan perilaku agresif. Bahkan, pada malam kejadian, anak dari tetangga tersebut mengaku mendengar pertengkaran antara pasangan itu sekitar pukul 01.00 dini hari.
Pertengkaran tersebut disebut berlangsung cukup lama hingga terdengar suara tangisan dari korban.
Kasus ini kini menjadi perhatian aparat setempat untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. Pihak berwenang terus mendalami motif serta kronologi kejadian secara menyeluruh guna memastikan penanganan perkara dilakukan secara transparan dan adil.
(cr31/tribun-medan.com)