Ditangisi 1 Kelas karena Putus Sekolah, Ihsan Siswa SMP Kini Dibantu Wabup Jabar, Pendidikan Dijamin
Ani Susanti April 24, 2026 01:35 PM

TRIBUNJATIM.COM - Sempat viral di media sosial video siswa ditangisi 1 kelas karena putus sekolah untuk bantu orangtua.

Siswa itu diketahui bernama Ihsan (15).

Untungnya, siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini kini ditolong Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.

Suasana haru pun menyelimuti sekolah tersebut pada Rabu (22/4/2026).

Baca juga: 1 Kelas Tangisi Ikhsan Siswa SMP yang Putus Sekolah Demi Bantu Orangtua, Teman: Jangan Merasa Gagal

Sebelumnya, video mengenai Ihsan ini viral di media sosial.

Video tersebut menyebutkan bahwa remaja yang berdomisili di Babakan Situ, Kabupaten Sumedang itu terpaksa menunda impiannya mengenyam pendidikan untuk membantu keluarga bertahan secara finansial.

Padahal, keinginan Ihsan untuk terus bersekolah masih begitu kuat.

“Saya kaget ya, di sekolah negeri Tanjungsari ada seorang anak yang harus keluar dan tidak melanjutkan sekolahnya di kelas VIII karena masalah ekonomi,” ujar Erwan, melansir dari TribunJabar.

Kondisi tersebut mendorong Erwan untuk segera mengambil langkah. Ia memastikan Ihsan tidak akan kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebutnya akan hadir secara langsung bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi, termasuk Ihsan, agar perjalanan meraih cita-cita tidak terputus di tengah jalan.

“Saya jamin Ihsan dan semua anak-anak di Jawa Barat akan terus melanjutkan sekolah sampai jenjang lebih tinggi. Nanti saya sendiri yang akan bicara dengan orang tuanya,” katanya.

Harapan Wabup Jabar

Bentuk dukungan konkret pun langsung diberikan.

Biaya pendidikan Ihsan dijamin hingga lulus SMP.

Selain itu, perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, serta seragam baru turut disiapkan untuk menunjang kebutuhannya.

Di mata Erwan, Ihsan bukan sekadar siswa. Ia melihat figur remaja yang memiliki semangat tinggi, disukai lingkungan pertemanan, serta menyimpan tekad besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya berharap Ihsan terus sekolah, tunjukkan bahwa Ihsan mampu dan siap melanjutkan sekolah lebih tinggi,” ucapnya penuh harap.

Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah mendapatkan perhatian langsung dari Wakil Gubernur, Ihsan hanya menyampaikan jawaban singkat yang sarat makna.

“Senang, ingin lanjut sekolah,” katanya lirih.

Bagi Ihsan, keinginan itu sederhana.

Ia hanya ingin terus belajar tanpa harus berhenti di tengah perjalanan.

Kisahnya sempat menjadi perhatian luas setelah sebuah video memperlihatkan momen perpisahannya dengan teman-teman di hari terakhir ia bersekolah beredar di media sosial.

Cerita Ihsan menjadi gambaran nyata bahwa masih ada anak-anak yang harus berjuang keras hanya untuk mempertahankan hak dasar mereka, yakni pendidikan.

Meski dihimpit keterbatasan ekonomi, harapan dan semangat mereka tidak padam. Di sanalah peran kepedulian menjadi sangat berarti, membuka kembali jalan yang sempat hampir tertutup.

Video yang di Media Sosial

Sebuah video memperlihatkan momen tangis perpisahan siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang yang putus sekolah, viral di media sosial.

Video tersebut menyita perhatian karena membuat warganet terenyuh dan prihatin.

Dalam narasi video yang beredar, disebut salah satu siswa bernama Ihsan terpaksa putus sekolah demi membantu perekonomian keluarganya.

Video itu viral dibagikan akun TikTok @8imazing, dikutip Tribunjabar.id, Senin (20/6/2026).

Dalam video tersebut mulanya memperlihatkan Ihsan disalami teman-teman sekelasnya.

Diketahui momen tersebut merupakan perpisahan Ihsan dengan teman-teman kelasnya dikarena ia tak akan lagi bersekolah.

Baca juga: Curhat Desi, Anak Putus Sekolah usai SK Satpol PP Suaminya Dipinjam Pimpinan

Terlihat Ihsan yang mengenakan hoodie abu-abu itu berdiri berusaha tegar di depan kelas.

Satu persatu tangan dan salaman teman-temannya ia sambut dengan besar hati.

Saat ia dikerumuni teman-teman laki-lakinya, Ihsan sempat menunduk dan menyeka air mata.

Ia tampak berusaha menyembunyikan tangisan dan kesedihan di tengah kerumunan teman-teman yang menyemangatinya.

Lewat unggahan di akun TikTok @8imazing, para siswa mengadukan kondisi Ihsan yang putus sekolah itu lantaran demi membantu orang tuanya.

Tujuan membuat video tersebut para siswa meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, terkait nasib teman sekelasnya itu.

Diketahui teman kelasnya yang putus sekolah itu bernama Ihsan, duduk dibangku VIII I/8i di SMPN 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Disebutkan bahwa Ihsan terpaksa putus sekolah demi membantu keluarga dan kini berjualan di Alun-alun Tanjungsari tepatnya di depan Kantor Damkar Sumedang.

Menurut teman-teman kelasnya, sosok Ihsan dikenal sebagai siswa rajin.

Mereka terkejut saat mendapati kondisi Ihsan terpaksa putus sekolah oleh orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya.

“Kami harap bapa bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh chek vidio yang ada di akun tiktok kami,” tulis teman-teman kelasnya.

Baca juga: 3 Tahun Putus Sekolah karena Rawat Ibu Lumpuh dan Buta, Fendi Bersyukur Dapat Pendidikan Gratis

Di sisi lain, teman-temannya juga mendoakan dan meyakini akan nasib baik yang akan diterima Ikhsan suatu saat nanti.

“Rasanya sedih sekali tahu kalau kita gak bisa lagi berjuang bareng di jelas yang sama. Kita mengerti kalau keadaan ini bukan pilihanmu, tapi aku percaya di balik kesulitan ini, kamu sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar.”

“Jangan pernah merasa rendah diri atau merasa gagal ya, karena kamu sudah melakukan yang terbaik. Kita mungkin sudah tidak satu sekolah, tapi kita akan selalu jadi sahabat.”

“Kalau kamu lagi merasa lelah atau butuh teman bicara, tolong ingat kalau pintu kita selalu terbuka buat kamu. Semangat Ikhsan, kita percaya kamu pasti bisa melewati masa sulit ini.”

“Terima kasih untuk kenangan yang pernah kita rangkai bersama, terima kasih untuk takdir yang mempertemukan kita dan terima kasih sudah saling menguatkan satu sama lain.”

“Selamat berpisah untuk sementara kawan, sampai bertemu kembali di titik kesuksesan.”

“Waktu boleh berlalu, tempat boleh berubah, tapi kenangan yang kita ciptakan di sini akan selalu abadi menjadi sebuah kisah. Terima kasih untuk canda tawa yang telah kita ukir bersama. Kita semua sayang Ikhsan,” tulis pesan bijak teman kelas Ikhsan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.