Profil dan Biodata Khalid Basalamah, Ustaz yang Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK
Array A Argus April 24, 2026 11:55 AM

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Ustaz Khalid Basalamah selama ini dikenal sebagai penceramah dengan materi-materi yang menyejukkan.

Tapi akhir-akhir ini, nama Ustaz Khalid Basalamah terseret dalam pusaran kasus korupsi kuota haji 2023-2024.

Ia sempat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan dan diklarifikasi.

Baca juga: Profil Kiesha Alvaro, Pemeran Film Tumbal Proyek dari Artis Cilik ke Layar Lebar

Ustaz Khalid Basalamah
Ustaz Khalid Basalamah (YouTube Khalid Basalamah official)

Baru-baru ini, Khalid Basalamah yang bertindak sebagai Direktur/Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) mengembalikan uang Rp 8,4 miliar ke KPK.

Lelaki dengan nama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah mengatakan uang itu dari PT Muhibah.

“Jadi, PT Muhibah mengembalikan dana kepada kami, kami pun tidak tahu uang apa. Jumlahnya sekitar Rp 8,4 miliar, kan gitu. Ya, dikembalikan,” kata Khalid, usai diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (23/4/2026), dikutip dari Kompas.co,.

Baca juga: Profil Pantas Maruba Lumbantobing, Wakil Wali Kota Sibolga yang Diperiksa Polda Sumut Punya 3 Kapal

Khalid juga mengaku tidak mengetahui asal muasal uang dari PT Muhibah.

Dia mengatakan, pihaknya menyerahkan uang tersebut ke KPK setelah lembaga antirasuah itu melakukan penyelidikan kasus kuota haji.

“Jadi, uang itu bukan kami simpan. Uang itu dikasih oleh Muhibah, terus kami enggak tahu uang apa, KPK minta, kami kembalikan pada saat diminta, sebatas itu. Jadi, sekali lagi, ini adalah kasusnya kami korban,” ujar Khalid.

Baca juga: Profil Putrama Wahju Setyawan, Dirut BNI yang Ternyata Lulusan Kehutanan UGM

“Kan kami tidak tahu itu uang apa. Jadi pada saat KPK minta, baru kami kembalikan karena kami tidak tahu statusnya uang itu apa,” imbuhnya.

Profil Khalid Basalamah

Khalid Zeed Abdullah Basalamah, yang lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah, merupakan salah satu pendakwah Indonesia yang cukup populer, khususnya di kalangan komunitas Salafi dan masyarakat muslim secara luas.

DIPERIKSA KPK - Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
DIPERIKSA KPK - Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2025). ((Tribunnews))

Baca juga: Profil dan Biodata Luvita Ho, Peserta Bite Me Sweet Juara MasterChef Indonesia Season 4

Ia lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1 Mei 1975. Latar belakang keluarganya memiliki akar keturunan Arab dari Hadramaut, yang dikenal sebagai keluarga pendakwah.

Ayahnya, Ustaz Zeed Abdullah Basalamah, adalah pendiri Masjid dan Pondok Pesantren Addaraen di Makassar.

Sejak muda, lingkungan keluarga ini turut membentuk perjalanan hidupnya dalam dunia dakwah.

Dalam bidang pendidikan, Khalid Basalamah menempuh studi di sejumlah lembaga bergengsi.

Baca juga: Profil Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Komando Pasukan Khusus, Lulusan Terbaik Akmil 1995

Ia meraih gelar Strata 1 dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dengan fokus pada ilmu-ilmu keislaman.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke jenjang Strata 2 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.

Ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Tun Abdul Razzak, Malaysia.

Atas kontribusinya, ia dikenal dengan gelar akademik Dr. Khalid Basalamah, dan pada tahun 2023 dianugerahi gelar profesor.

Karier dakwahnya mulai berkembang setelah kembali ke Indonesia pada akhir 1990-an.

Baca juga: Profil Fredy Ferdian Isnartanto akan Jadi Hakim Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Ia aktif mengisi kajian keislaman, khotbah Jumat, serta berbagai kegiatan dakwah di masjid dan lingkungan kampus.

Selain itu, ia pernah mengajar di Universitas Muslim Indonesia sebelum akhirnya memilih fokus penuh pada dakwah.

Salah satu langkah penting yang membuat namanya semakin dikenal adalah membuka kelas hadis gratis, yang menarik banyak jamaah dari berbagai kalangan.

Di tingkat nasional dan internasional, kiprah Khalid Basalamah cukup diakui.

Ia pernah menjadi anggota dewan penasihat syariah di Rahmatan Lil ‘Alamin Boarding School di Sumatera Barat.

Pada tahun 2017, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai ulama dan dai kehormatan dari Multaqo Adduat dan Ulama Asia Tenggara.

Perannya sebagai tokoh dakwah membuatnya dikenal luas sebagai bagian dari gerakan Salafi di Indonesia.

Selain berdakwah, Khalid Basalamah juga aktif di bidang bisnis dan organisasi.

Ia menjalankan usaha di sektor kayu gaharu dan menjabat sebagai direktur PT Ajwad, yang mengelola berbagai lini usaha seperti restoran Timur Tengah dan produk suvenir.

Dalam organisasi, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Yayasan Ats-Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Dai Irian, serta penasihat Wesal TV Jakarta.

Dalam menyampaikan dakwah, Khalid Basalamah dikenal memiliki gaya yang lugas dan sistematis, dengan banyak merujuk pada kitab-kitab klasik serta hadis.

Selain melalui pengajian langsung, seminar, dan khotbah, ia juga memanfaatkan media digital seperti YouTube untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Pendekatan ini membuat dakwahnya dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

Diperiksa KPK

Khalid Basalamah sempat diperiksa KPK.

Ia dimintai keterangannya sebagai saksi terkait dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 pada Kamis (23/4/2026).

Hari itu, Khalid Basalamah tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada pukul 15.46 WIB bersama lima orang pengacaranya.

Mereka terlihat mengenakan jas hitam.

“Dipanggil jadi saksi,” kata Khalid.

Dia juga mengaku tidak kenal dengan saksi-saksi lainnya yang dipanggil KPK.

“Orangnya saya tidak tahu, saya tidak terlalu kenal,” ujarnya.

Diketahui, Khalid Basalamah terakhir kali diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji pada awal September 2025.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Khalid Basalamah juga mengembalikan uang kepada KPK terkait pengurusan haji khusus.

Saat itu, kata dia, Khalid diperas agar calon jemaah bisa langsung berangkat haji khusus meski baru daftar.

“Jadi itu (uang yang serahkan Khalid ke KPK) sebetulnya bukan suap. Karena inisiatifnya dari si oknum (Kemenag) itu.

‘Kamu kalau mau berangkat tahun ini, bayar dong uang percepatannya’. Itu sudah memeras,” kata Asep di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

“Dia (Khalid) karena daripada furoda juga belum jelas. Nah ini yang sudah jelas nih, visanya sudah ada, haji khusus. Jadi dia, ya sudah kalau emang ada,” sambungnya.(tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.