Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Komisi VIII DPR RI mendorong pelaku usaha nasional untuk memperluas investasi di luar negeri, khususnya dalam sektor penyediaan konsumsi bagi jemaah haji.
Hal tersebut disampaikan Wakil Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, saat melakukan kunjungan dan peninjauan katering haji di Kabupaten Sukoharjo.
Menurut Abdul Wachid, dalam proses lelang penyediaan katering haji yang baru saja dilakukan, terdapat empat perusahaan yang mengikuti seleksi.
Dari jumlah tersebut, salah satunya adalah PT Halalan Thayyiban Indonesia (HATI) yang merupakan bagian dari Wong Solo Group, sementara tiga perusahaan lainnya berasal dari luar negeri.
“Dalam lelang kemarin ada empat perusahaan yang ikut, salah satunya PT HATI, sementara tiga lainnya dari luar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menilai, keikutsertaan perusahaan dalam negeri seperti Wong Solo Group menjadi peluang besar untuk memperkuat peran Indonesia dalam penyediaan layanan haji, khususnya di sektor konsumsi.
Bahkan, ia secara khusus mendorong agar Wong Solo Group dapat memperluas usahanya dengan membangun fasilitas produksi langsung di Arab Saudi.
“Saya dorong justru Wong Solo Group bisa mendirikan pabrik di sana. Saya sendiri sudah empat kali bertemu dengan duta besar, sehingga sebagai wakil rakyat kami bisa mendorong para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sana,” ungkapnya.
Langkah tersebut dinilai strategis, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji asal Indonesia, tetapi juga untuk memperkuat posisi pelaku usaha nasional di pasar internasional, khususnya di Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid juga menyampaikan hingga saat ini pihaknya baru melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas katering haji di Sukoharjo.
Sementara untuk tiga perusahaan lainnya yang juga mengikuti lelang, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi operasional mereka.
Baca juga: Di Sukoharjo, Komisi VIII DPR RI Dorong Kementerian Haji Hadirkan Biaya Ibadah Haji Lebih Ringan
“Baru pertama ini kami cek langsung katering haji di sini. Untuk tiga perusahaan lainnya, kami belum mengetahui lokasi mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan, ke depan Komisi VIII DPR RI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh penyedia layanan haji, baik dari dalam maupun luar negeri.
Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia secara optimal.
Dengan adanya dorongan investasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha nasional, diharapkan layanan katering haji ke depan tidak hanya lebih berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan cita rasa khas Indonesia yang semakin dirindukan oleh para jemaah di Tanah Suci. (*)