Kasus Langka, Haid Keluar Lewat Urin, RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Pasien Menouria
Sesri April 24, 2026 12:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim medis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau kembali menunjukkan kapasitasnya dalam menangani kasus medis kompleks.

Kali ini, seorang perempuan berusia 27 tahun datang dengan kondisi sangat langka.

Dimana darah haid keluar melalui saluran urin, sehingga air kencingnya tampak kemerahan setiap bulan.

Kondisi tersebut ternyata sudah dialami pasien sejak lama. Ia tidak pernah mengalami menstruasi melalui vagina sejak lahir.

Namun, setiap bulan, pasien tetap mengalami siklus seperti haid yang ditandai dengan keluarnya darah saat buang air kecil selama beberapa hari.

Dokter spesialis uroginekologi, Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG., Subsp. Urogin RE, menjelaskan bahwa dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai menouria. 

“Ini terjadi karena adanya hubungan abnormal antara rahim dan kandung kemih, ditambah lagi vagina pasien tidak terbentuk secara sempurna sejak dalam kandungan,” jelasnya, Jum'at (24/4/2026).

Kasus seperti ini tergolong sangat jarang. Dari laporan ilmiah yang ada, baru sekitar 37 kasus serupa yang pernah ditemukan di dunia.

Baca juga: Kasus Langka di RSUD Arifin Achmad Riau, Remaja 14 Tahun Miliki Dua Rahim, Satu Ginjal

Baca juga: Lonjakan Pasien Membeludak, RSUD Arifin Achmad Tambah 20 Tempat Tidur

Untuk memastikan diagnosis, tim dokter melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, USG, hingga MRI. Hasilnya mengungkap bahwa pasien memang tidak memiliki vagina dan saluran yang seharusnya.

Penanganan kemudian dilakukan melalui operasi besar yang melibatkan tim multidisiplin.

Tim urologi yang terdiri dari dr. Muhammad Adan Yashar, Sp.U Subsp. TRK(K) bersama dr. Parsaoran Nababan, Sp.U(K) bertugas memisahkan rahim dari kandung kemih serta memperbaiki saluran kemih.

Sementara itu, tim uroginekologi yang dipimpin dr. Edy Fakhrizal melakukan rekonstruksi organ reproduksi, termasuk membentuk vagina baru dan jalur menstruasi agar dapat berfungsi normal. 

Proses operasi juga didukung tim anestesi yang dipimpin dr. Sony, Sp.An untuk memastikan keselamatan pasien selama tindakan berlangsung.

Tak hanya kelainan bawaan, kondisi pasien juga diperumit oleh riwayat trauma akibat kecelakaan yang sebelumnya pernah dialami. Trauma tersebut menyebabkan gangguan tambahan pada uretra dan kandung kemih.

Meski demikian, tahap operasi pertama berjalan lancar. Fokus utama pada rekonstruksi vagina dan jalur menstruasi berhasil dilakukan dengan baik. Saat ini, pasien sudah dapat mengalami menstruasi secara normal.

“Ke depan, pasien diharapkan bisa menjalani kehidupan berumah tangga seperti perempuan pada umumnya, bahkan memiliki peluang untuk hamil setelah masa pemulihan selesai,” tambah dr. Edy.

Tim dokter merencanakan operasi lanjutan untuk menyempurnakan fungsi saluran kemih agar pasien dapat berkemih secara optimal.

Pihak rumah sakit juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gangguan menstruasi yang tidak biasa. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau sendiri saat ini didukung tenaga medis berpengalaman dan fasilitas yang memadai untuk menangani berbagai kasus kompleks, termasuk gangguan pada organ reproduksi wanita.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.