Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Penanganan kasus dugaan keracunan makanan dalam program MBG di Bengkulu Tengah masih berlanjut, dengan penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan oleh pihak penyelenggara.
Koordinator SPPG Wilayah Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya korban yang bertambah.
Ia menjelaskan, dapur penyedia makanan MBG yang dikelola oleh SPPG Nusantara Maju Mapan di Desa Kembang Seri Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, kini disuspen sementara waktu.
“SPPG (Nusantara Maju Mapan) yang menyalurkan MBG tersebut disuspensi sementara hingga proses investigasi selesai dilakukan dan hasil laboratorium keluar,” ujar Roni dihadapan sejumlah kepala OPD dan Asisten Sekretariat daerah Bengkulu Tengah dalam sidak, Jumat (24/4/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memastikan keamanan makanan yang didistribusikan kepada para siswa.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan MBG.
Hingga saat ini, total korban yang terdata mencapai 9 orang, terdiri dari siswa SMP Negeri 3 dan siswi SD Negeri 1 Bengkulu Tengah.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
Pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan investigasi guna mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.