Beda Gubernur Kaltim & Dedi Mulyadi Hadapi Demo, Rudy Masud Pilih Pulang: Bayangkan Saya di Tengah
Listusista Anggeng Rasmi April 24, 2026 12:56 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perbedaan gaya kepemimpinan terlihat jelas antara Rudy Masud dan Dedi Mulyadi dalam merespons aksi massa yang terjadi hampir bersamaan.

Jika Dedi memilih turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para demonstran, Rudy justru mengambil langkah berbeda dengan kembali ke rumah dinasnya.

Perbedaan sikap ini pun menjadi sorotan publik dan memicu beragam penilaian dari masyarakat.

Aksi demonstrasi besar terjadi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026).

Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Aksi tersebut menyoroti berbagai kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai kontroversial.

Para demonstran menuntut evaluasi terhadap kebijakan Pemprov Kaltim, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

Gelombang protes ini dipicu oleh sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Mulai dari pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar.

Tak hanya itu, fasilitas tambahan seperti akuarium dan alat kebugaran juga turut menjadi sorotan tajam.

Massa aksi bertahan hingga malam hari dengan harapan dapat bertemu langsung dengan gubernur.

Namun hingga waktu semakin larut, Rudy Masud tidak juga menemui para demonstran.

SOSOK KONTROVERSIAL - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud yang tuai kecaman usai membeli mobil dinas mewah.
SOSOK KONTROVERSIAL - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud yang tuai kecaman usai membeli mobil dinas mewah. (KOMPAS.com/Pandawa Borniat)

Baca juga: Didemo hingga Ricuh, Gubernur Kaltim Rudy Masud Santai, Kantor Dijaga Ketat: Masukan Sangat Berarti

"Gubernur ada tadi di kantor, tapi memang tidak mereka untuk audiensi," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro.

Ketiadaan dialog langsung tersebut membuat situasi di lapangan sempat memanas.

Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ricuh sebelum akhirnya berhasil dikendalikan aparat.

Setelah kondisi kembali kondusif, Rudy diketahui meninggalkan kantor menuju rumah jabatan tanpa memberikan tanggapan langsung kepada massa.

Meski demikian, Rudy Masud menyatakan bahwa dirinya sebenarnya telah membuka ruang komunikasi.

Ia mengaku telah menawarkan pertemuan dengan perwakilan massa di lingkungan gedung pemerintahan.

"Saya sudah menawarkan, tapi teman-teman itu perwakilan tidak mau. Saya tidak bisa bicara asal bunyi, harus speak by data. Dialog lebih efektif jika dalam suasana kondusif," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa akses dialog tetap terbuka selama 24 jam, baik di kantor maupun di rumah jabatan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pendekatan komunikasi antara pemimpin dan massa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika aksi di lapangan.

Baca juga: Penyebab Warga Kaltim Geram dengan Gubernur Rudy Masud hingga Geruduk Kantornya di Samarinda

Rudy Masud Utamakan Keamanan

Terkait keputusannya tidak menemui massa, Rudy menegaskan, bahwa keputusan tersebut didasari oleh faktor keamanan dan prosedur audiensi yang tidak terpenuhi. 

Ia menjelaskan, bahwa tujuan utama aksi tersebut sebenarnya diarahkan ke DPRD Kalimantan Timur, bukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov). 

“H-1 disampaikan bahwa teman-teman itu tujuan utamanya adalah ke DPRD. Namun, pergeseran arah aksi ke kantor gubernur terjadi setelah sebagian tuntutan dinilai tidak terpenuhi,” ujarnya. 

Rudy menekankan bahwa dirinya tidak pernah menolak untuk berdialog. 

Namun, ia keberatan jika komunikasi dilakukan di tengah kerumunan massa yang situasinya mulai memanas dan tidak kondusif. 

“Saya sudah menyampaikan dengan Pak Kapolda bahwa kita siap untuk berdialog, tapi tidak untuk di kerumunan massa. Satu adalah karena keamanan, dua adalah berkaitan dengan protokolnya,” kata Rudy.

Ia menambahkan, situasi lapangan pada sore hari menjelang magrib sudah tidak kondusif, ditambah adanya insiden pelemparan botol dan batu ke arah aparat keamanan. 

Rudy menilai sangat berisiko jika ia memaksakan diri keluar ke tengah massa dalam kondisi seperti itu.

"Bapak-Ibu bisa membayangkan, kalau saya di tengah-tengah situ, terus dilempar begitu, bagaimana?" imbuhnya.

TOKOH POLITIK - Sidak di Subang, Dedi Mulyadi Tegur bupati muda sampai beri peringatan ini ke kepala daerah lainnya.
TOKOH POLITIK - Sidak di Subang, Dedi Mulyadi Tegur bupati muda sampai beri peringatan ini ke kepala daerah lainnya. (KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

Dedi Mulyadi Temui Massa

Setelah rapat Dedi Mulyadi berjalan keluar Gedung Sate untuk menemui pendemo pada Agustus 2025 lalu.

Dedi keluar ketika kericuhan terjadi.

Malahan ketika ia berjalan masih ada sejumlah massa yang melakukan pelemparan.

Dedi Mulyadi ikut berdialog dengan massa yang masih bertahan di depan Gedung DPRD Jabar pada Jumat (29/8/2025).

Dedi terlihat datang dengan pengawalan ketat dari anggota TNI dari arah Jalan Trunojoyo menuju ke depan Gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro. 

Wajah Dedi Mulyadi dipenuhi polesan diduga pasta gigi.

Dengan mata berair dan hidung memerah, diduga ikut terkena dampak perihnya gas air mata, Dedi Mulyadi nampak mendengarkan keinginan massa aksi di tengah kerumunan.

Gubernur Jabar tersebut nampak memegangi bagian kepalanya dan mengerutkan dahi.

Massa aksi mengungkapkan keinginan mereka untuk menduduki Gedung DPRD Jabar pada Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi nyaris jadi sasaran amuk massa aksi saat mencoba berdialog dengan para pengunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar.

Kondisi yang tidak kondusif membuat Dedi Mulyadi di bawa ke rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar di Jalan Ariajipang.

Dikutip dari akun instagramnya pada Sabtu (30/8/2025), Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisinya.

"Insya Allah, saya ga apa-apa," tulis Dedi Mulyadi. Ia juga membagikan momen dialog dengan massa.

"Setia di garis rakyat di Gedung Sate. Simbol persatuan rakyat Jawa Barat," katanya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.