Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bukan sekadar renovasi, berdirinya Musala Faridhatul Ilmi di lingkungan Polsek Losari Polresta Cirebon menyimpan kisah tentang kepedulian, keikhlasan dan kolaborasi lintas elemen.
Bangunan yang sebelumnya terbengkalai itu kini berubah menjadi tempat ibadah yang nyaman dan penuh makna bagi anggota kepolisian maupun masyarakat sekitar.
Pantauan di Polsek Losari, prosesi peresmian berlangsung khidmat.
Sejumlah unsur hadir, mulai dari jajaran kepolisian, TNI, hingga tokoh masyarakat.
Mereka tampak berdiri berjajar di depan bangunan musala yang didominasi warna putih dengan aksen hijau cerah, menciptakan kesan bersih dan sejuk.
Suasana semakin hangat saat para tamu diajak meninjau bagian dalam musala.
Lantai yang telah dilapisi karpet sajadah hijau, dinding putih bersih, serta pencahayaan yang terang membuat ruangan terasa nyaman untuk beribadah.
Momen puncak ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol resmi dibukanya musala tersebut.
Tokoh masyarakat, Siti Farida Rosmawati mengaku, bersyukur sekaligus terharu atas peresmian musala yang juga menggunakan namanya tersebut.
“Alhamdulillahirabbilalamin, berkat rahmat Allah semua diberi kelancaran dalam melaksanakan peresmian ini. Suatu kebanggaan dan kehormatan, terima kasih kepada Bapak Kapolres dan Kapolsek,” ujar Farida saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (24/4/2026).
Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui nama musala tersebut diambil dari namanya.
“Ini idenya siapa dinamai nama saya? Masyaallah. Terima kasih Bapak telah memberikan amanah ini. Semoga menjadi gudangnya ilmu dan bermanfaat untuk semua masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya Polsek Losari dan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Perempuan yang kerap disapa Bu Rida juga menyinggung tentang makna keikhlasan dalam berbuat baik, di tengah posisinya sebagai Wakil Wali Kota Cirebon.
“Saya tuh kadang masih bingung, kalau berbuat baik nanti dikira ada kepentingan. Tapi suami saya selalu bilang, ‘kebaikan adalah kebaikan. Yang penting hati senang, bahagia, dan ikhlas’. Itu yang saya pegang,” kata dia.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Handoyo, berharap musala tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan dan diramaikan.
“Mudah-mudahan musala ini bisa dimakmurkan oleh anggota Polsek maupun masyarakat yang ada di sekitarnya,” kata Handoyo.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama menjelaskan,.bahwa musala tersebut sebelumnya dalam kondisi tidak terawat sebelum akhirnya direnovasi total.
“Musala ini dulunya adalah musala Polsek yang sudah terbengkalai. Namun alhamdulillah, atas prakarsa bersama, musala ini bisa dibangun kembali dan menjadi seperti baru,” ujar Imara.
Ia menegaskan, bahwa keberadaan musala ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota kepolisian, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, terlebih lokasinya yang berada di jalur Pantura.
“Insya Allah, musala ini akan bermanfaat bagi kami di Polsek Losari maupun masyarakat sekitar,” ucapnya.
Kini, Musala Faridhatul Ilmi tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kebersamaan antara aparat dan masyarakat, bahwa dari kepedulian sederhana, lahir manfaat besar bagi banyak orang.
Baca juga: Update, Jasad Korban Kedua Tenggelam di Cisanggarung Cirebon Ditemukan, Dani Mengapung 1 KM dari TKP