TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Kalimantan Utara Sharia Festival (Kashafa) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara resmi dibuka, Jumat (25/4/2026) di halaman Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan. Kegiatan ini bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah.
Dalan sambutannya, Kepala KPw BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, ekonomi syariah miliki peran yang semakin penting dan strategis dalam perekonomian global dan nasional, termasuk di Kalimantan Utara.
"Hal ini sejalan dengan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025, di mana Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia dalam pengembangan ekonomi syariah," ungkap Hasiando Ginsar Manik.
Capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi sektor makanan dan minuman halal, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, farmasi dan kosmetik halal, fesyen muslim, serta media dan rekreasi ramah muslim.
Baca juga: Road to Kashafa 2025 di Kota Tarakan, Kaltara Catatkan Omzet Rp250 Juta untuk UMKM dan Pasar Murah
Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah nasional yang kian pesat merupakan sinyal positif bahwa sektor ini berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Daerah kita memiliki potensi besar yang ditopang oleh kekuatan UMKM, aktivitas perdagangan, sektor makanan halal, serta peluang pengembangan industri berbasis nilai tambah halal yang semakin terbuka," lanjutnya.
Lebih jauh ia mengulas perkembangan ekosistem halal dan keuangan syariah di Provinsi Kalimantan Utara juga menunjukkan tren yang positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah UMKM Kaltara yang tersertifikasi halal pada tahun 2025 sebesar 64 persen (yoy).
Sejalan dengan tersebut, pembiayaan perbankan syariah di Kalimantan Utara juga tumbuh sebesar 12,93 persen (yoy). Capaian ini tambahnya, menunjukkan semakin kuatnya ekosistem ekonomi syariah di daerah, baik dari sisi pelaku usaha yang meningkatkan daya saing melalui sertifikasi halal, maupun dari sisi akses pembiayaan yang semakin luas untuk mendukung ekspansi usaha dan kegiatan ekonomi masyarakat.
"Kaltara Sharia Festival atau KaShaFa merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar), sekaligus wadah strategis dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara," ungkapnya.
Baca juga: KPwBI Kaltara Gelar Road to Kashafa 2025 Selama Empat Hari, Berikut Jadwal Kegiatan dan Lokasinya
Adapun rangkaian KaShaFa 2026 telah diawali melalui kegiatan Road to KaShaFa yang berlangsung pada 1 - 15 Maret 2026. Kemudian untuk pelaksanaan kick-off secara langsung dibuka oleh Walikota Tarakan, Bapak dr. H Khairul, M.Kes. di Gita Jalatama pada 1 Maret 2026 kemarin.
Salah satu bentuk kegiatan adalah bazar UMKM yang berkolaborasi dengan Baznas Tarakan diikuti 42 UMKM unggulan pada sektor halal food, modest fashion syariah, dan kriya.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup berbagai perlombaan bernuansa syariah, penghimpunan wakaf produktif melalui booth interaktif Bank Indonesia, serta pelatihan Sistem Jaminan Halal yang diikuti oleh 120 UMKM.
"Puncak pelaksanaan Kashafa 2026 diselenggarakan pada hari ini hingga 26 April 2026 di Islamic Centre Kota Tarakan, yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara serta 4 unsur," sebutnya.
Di antaranya, Lembaga Jasa Keuangan Syariah, yaitu BSI, Bank Muamalat, Bank Kaltimtara Syariah, dan Pegadaian Syariah. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan 54 UMKM se-Kalimantan Utara, meningkat signifikan dibandingkan dengan pelaksanaan KaShaFa 2025 yang melibatkan 16 UMKM.
Khasafa 2026 mengusung tema "Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara", ia verharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaboras nyata dalam mengembangkan potensi ekonomi syariah sebagai new source of growth ekonomi Kaltara.
"Sejalan dengan hal tersebut, kami menargetkan nilai transaksi penjualan
produk UMKM dan dukungan kegiatan syariah mencapai Rp3 miliar, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 miliar," ungkapnya.
Terdapat sejumlah inovasikebaruan pada pelaksanaan KaShaFa 2026, antara lain fasilitasi sertifikasi juru sembelih halal (juleha), perluasan cakupan sertifikasi produk halal, penyelenggaraan berbagai kompetisi seperti lomba tari kreasi islami dan lomba modest fashion yang diharapkan menjadi sarana pengembangan kreativitas serta mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis syariah di Kalimantan Utara.
Selain itu, berbagai agenda seperti seminar ekonomi, investasi, dan pembiayaan syariah, talkshow literasi keuangan syariah, bazar UMKM halal, edukasi wakaf, serta layanan keuangan syariah diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
"Sebagai penutup rangkaian Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026, masyarakat dapat mengikuti Tabligh Akbar bersama Ustadz Das'ad Latifyang diharapkan menjadi puncak kegiatan penuh makna," ujarnya
Kegiatan ini tidak hanya mempererat ukhuwah dan semangat kebersamaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan membawa keberkahan bagi Kalimantan Utara. "Selain itu, pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, sehingga masyarakat mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti menghindari riba, gharar, serta perilaku konsumtif yang berlebihan," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah