Tantangan Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi, Suhu Panas hingga Gerak Cepat di Jalur Fast Track
Sakinah Sudin April 24, 2026 01:22 PM

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Petugas Haji Bandara mendapatkan tantangan ketika menjemput jemaah haji di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz hingga hari kedua kedatangan, Kamis (23/4/2026). 

Salah satu tantangannya adalah jamaah haji Indonesia harus bergerak cepat dari kedatangan hingga naik bus. 

Tantangan lain yakni cuaca yang panas di area Bandara, kisaran 38-39 derajat Celsius. 

Sementara itu, rata-rata cuaca di Indonesia antara 28-34 derajat saat siang hari. 

Kepala Sektor I Daker Bandara PPIH Arab Saudi 2026 Miftahul Huda menyampaikan ada beberapa skenario yang digunakan untuk mengantar jamaah dari Bandara ke hotel. 

Pertama, jamaah melalui jalur fast track dari Embarkasi Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Solo. 

"Ini waktu sangat cepat sehingga mohon maaf kalau bisa berangkat tidak per rombongan karena jamaah harus segera meninggalkan bandara paling lama 20 menit," katanya. 

Kedua, melalui jalur reguler di ruang tunggu. 

Selain itu, petugas pun bekerja dalam tiga waktu pembagian kerja.

Tenaga Penghubung Indonesia–Arab Saudi wilayah kerja bandara, M Yusuf Bahar, menegaskan, pemahaman detail lokasi menjadi kunci pelayanan cepat dan minim kendala. 

Salah satu fokus utama adalah area Makkah Route—jalur khusus bagi jemaah fast track dari empat embarkasi besar: Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Makassar baru pertama kali masuk jalur fast track setelah jemaah haji Indonesia tiba di bandara. 

“Pada tahun ini Makassar masuk jalur Fast Track. Di sinilah alur pelayanan dipercepat. Jemaah bisa langsung keluar dan menuju bus hanya dalam 15 hingga 20 menit,” ujarnya.

Menariknya, tahun ini terjadi lonjakan signifikan. 

Jumlah jemaah yang menggunakan skema fast track meningkat sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Artinya, tekanan pada sistem layanan cepat ini juga ikut meningkat—dan harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal petugas.(hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.