Benarkah Mojtaba Khamenei Akan Dipasang Kaki Palsu dan Operasi Plastik? Presiden Iran Ikut Merawat
Musahadah April 24, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID – Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi sorotan. 

Mojtaba Khamenei dikabarkan akan memakai kaki palsu setelah kondisi kakinya yang luka serius akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 silam.

Dalam serangan itu, sang ayah, Ali Khamanei tewas, sementara Mojtaba mengalami luka serius di kaki dan wajahnya. 

Kabar terbaru dikutip dari The New York Times pada Kamis (23/4/2026), salah satu kaki Mojtaba telah tiga kali dioperasi. 

Salah seorang pejabat yang dikutip media ini menyebut saat ini Mojtaba sedang menunggu kaki palsu.”

Baca juga: Alasan Mojtaba Khamenei Pemimpin Iran Sebut Tak Ingin Perang dengan AS - Israel, Beri Syarat Mutlak

Selain itu, ia juga menjalani operasi pada salah satu tangannya dan perlahan mulai memulihkan fungsi anggota tubuh tersebut.

Sementara kondisi wajahnya dilaporkan cukup serius.

“Wajah dan bibirnya mengalami luka bakar parah, sehingga menyulitkannya untuk berbicara,” kata para pejabat, seraya menambahkan bahwa “pada akhirnya, ia akan membutuhkan operasi plastik.”

Meski demikian, ia disebut tetap tajam secara mental dan masih terlibat dalam urusan negara.

Dalam situasi kesehatannya saat ini, Mojtaba Khamenei disebut “untuk sementara” telah mendelegasikan pengambilan keputusan kepada para jenderal di Garda Revolusi Iran.

Kelompok ini dikenal sebagai kekuatan militer ideologis yang memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.

Akses ke Mojtaba Dibatasi

Akses terhadap Mojtaba sangat dibatasi dengan alasan keamanan.

Ia dilaporkan masih bersembunyi, dan komunikasi dilakukan melalui pesan tulisan tangan yang kemudian disampaikan kepada pihak terkait.

Para komandan Garda Revolusi disebut tidak menjenguk langsung Mojtaba Khamenei.

Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang juga seorang ahli bedah jantung dilaporkan terlibat dalam perawatan medisnya.

Sementara itu, para jenderal Garda Revolusi yang memandang konflik dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai ancaman terhadap kelangsungan rezim kini memegang kendali strategi militer.

Mereka juga disebut bertanggung jawab atas langkah-langkah seperti blokade Selat Hormuz.

"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Tetap Bersuara Keras

Dalam pernyataannya yang disiarkan di televisi pada Kamis (9/4/2026), Khamenei menegaskan bahwa Iran berhasil keluar sebagai pemenang meski menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

“Rakyat Iran telah mencapai kemenangan dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya, seperti dikutip Chosun.

Ia kemudian menegaskan bahwa Iran tidak akan mengalah dalam mempertahankan haknya sebagai negara.

“Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun,” katanya, sebagaimana dilansir AFP.

Selain klaim kemenangan, Khamenei juga mengumumkan rencana strategis terkait Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Menurut laporan The Jerusalem Post, ia berupaya memperkuat pengaruh Iran di jalur strategis tersebut pascakonflik dengan “meningkatkan pengelolaan.”

“Kami pasti akan memajukan pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru,” ujarnya.

Dalam pernyataan lain, ia menambahkan, “Kami akan meningkatkan tingkat pengelolaan dan pengendalian Selat Hormuz ke dimensi baru.”

Tuntut pertanggungjawaban AS dan Israel

TAK SADARKAN DIRI - Potret Mojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran Pengganti Ali Khamenei. Mojtaba dikabarkan tak sadarkan diri.
TAK SADARKAN DIRI - Potret Mojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran Pengganti Ali Khamenei. Mojtaba dikabarkan tak sadarkan diri. (tribunnews)

Khamenei juga menyampaikan sikap keras terhadap pihak yang menyerang Iran. Ia menegaskan akan menuntut pertanggungjawaban penuh.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban, hingga akhir, kepada para agresor yang menyerang Iran,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami akan menuntut kompensasi atas kerusakan, dan kami juga pasti akan menuntut harga dari darah para martir.”

Selain itu, ia mengirim pesan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“Negara-negara tetangga harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah,” katanya, seraya menambahkan, “Kami mengharapkan respons yang sesuai dengan persaudaraan dan niat baik.”

Khamenei meminta rakyat tetap aktif menyuarakan dukungan di ruang publik.

“Jangan membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan,” katanya.

“Suara Anda di ruang-ruang publik tanpa diragukan lagi berpengaruh terhadap hasil negosiasi,” tambahnya.

Mojtaba Khamenei juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi dari luar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.