BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Usai memimpin kegiatan gotong royong Jumat Asri di kawasan Pasar Rumput, Pangkalbalam. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin turut meninjau langsung kondisi pasar serta para pedagang, Jumat (24/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Saparudin yang akrab disapa Prof. Udin tampak berkeliling area pasar, menyapa sekaligus berbincang dengan para pedagang guna menyerap aspirasi secara langsung. Ia mengakui, kondisi Pasar Rumput saat ini memang membutuhkan perhatian serius, terutama dari sisi infrastruktur dan penataan.
"Setelah kita keliling, memang Pasar Rumput ini perlu dilakukan pembenahan kembali," ujar Saparudin kepada awak media, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, sejumlah keluhan disampaikan oleh pedagang maupun masyarakat, terutama terkait fasilitas pasar yang mulai mengalami kerusakan. Beberapa bagian, seperti lapak dan infrastruktur penunjang lainnya, dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
"Keluhan warga dan pedagang cukup banyak, ada beberapa bagian yang mulai rusak. Ini tentu harus kita perbaiki," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana mengajukan program penataan ulang Pasar Rumput melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026. Pengajuan tersebut ditargetkan dilakukan pada periode September hingga Oktober mendatang.
Tak hanya perbaikan, penataan juga akan mencakup pembongkaran di beberapa titik, khususnya di bagian belakang dan tengah pasar yang dinilai sudah tidak tertata dengan baik.
"Nanti di bagian belakang dan tengah akan kita bongkar untuk penataan ulang. Pedagang juga akan kita tata kembali agar lebih rapi dan nyaman," ungkapnya.
Meski tidak seramai Pasar Pagi atau Pasar Induk, Saparudin menegaskan bahwa Pasar Rumput tetap memiliki peran penting sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat Pangkalbalam dan sekitarnya.
"Memang pengunjungnya tidak seramai Pasar Pagi atau Pasar Induk, tapi pasar ini sangat dibutuhkan masyarakat sekitar untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Ia berharap, melalui rencana penataan ulang tersebut, Pasar Rumput dapat menjadi lebih tertib, bersih dan menarik minat pengunjung, sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi para pedagang.
"Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan pasar tradisional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)