TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan siap terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk bermain di Piala Dunia 2026.
Namun, keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 malah diusulkan diganti oleh Utusan Presiden AS Donald Trump dengan Italia.
Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani pada Rabu (22/4/2026) menegaskan Iran sudah siap berpartisipasi ke Piala Dunia 2026.
Dikutip dari Anadolu Agency, Mohajerani mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Iran telah memastikan semua pengaturan yang diperlukan untuk partisipasi di Piala Dunia 2026.
Ia menambahkan persiapan Tim Melli dilakukan di bawah arahan Kementerian Olahraga, dengan fokus penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk menyukseskan penampilan Iran di Piala Dunia 2026.
Namun, tak lama setelah pernyata Mohajerani, Utusan Khusus AS untuk Kerja Sama Global, Paolo Zampolli malah menyarankan Iran untuk digantikan dengan Italia.
Menurutnya hal itu merupakan rencana darurat jika Iran akhirnya tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia pada 2026 di saat-saat terakhir.
Hal itu disebabkan kondisi Iran saat ini yang tengah berperang dengan AS-Israel.
Gencatan senjata saat ini tengah dilakukan Iran-AS, bahkan diperpanjang oleh Trump pada pertengahan pekan ini.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya mengatakan dirinya berharap Iran bakal berpartisipasi di Piala Dunia yang akan digelar Juni hingga Juli mendatang.
Presiden AS Donald Trump pada Maret lalu mengatakan akan menyambut Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026.
Namun, ia mempertanyakan apakah pantas bagi Iran untuk datang, karena kekhawatiran atas keselamatan dan nyawa mereka.
Di Piala Dunia 2026, Iran akan tergabung di Grup G, bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru.
Iran akan bermain di Seattle dan juga Inglewood di grup tersebut.
Baca juga: Profil Timnas Portugal, Ronaldo Pimpin Generasi Emas di Piala Dunia 2026 Komando Roberto Martinez
Italia menegaskan menolak menggantikan Iran di ajang Piala Dunia 2026. Bahkan, sejumlah pejabat olahraga Italia mengaku merasa terhina dengan munculnya ide tersebut.
Sebelumnya, Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Kerja Sama Global, Paolo Zampolli, menyarankan Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengganti Iran dengan Italia sebagai peserta Piala Dunia 2026.
Iran sendiri dilaporkan belum mundur dari turnamen tersebut dan tetap menjalani persiapan, meski tengah berada dalam konflik dengan AS di kawasan Timur Tengah.
Menurut Zampolli, usulan itu bukan bermotif politik, melainkan sebagai rencana darurat jika Iran tidak dapat berpartisipasi pada saat-saat terakhir.
"Saya memiliki mimpi. Permintaan saya adalah untuk Rakyat Italia dan warga Amerika-Italia," kata Zampolli dikutip dari Associated Press, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menilai, dengan empat gelar juara dunia yang pernah diraih, Italia layak tampil di Piala Dunia 2026.
Namun, gagasan tersebut langsung mendapat respons negatif dari pejabat Italia. Menteri Olahraga Andrea Abodimenegaskan bahwa usulan tersebut tidak mungkin terwujud.
"Pertama, itu tak mungkin. Yang kedua, jelas bukan ide bagus," kata Abodi, Kamis (24/4/2026).
Penolakan lebih keras datang dari Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, yang mengaku tersinggung dengan wacana tersebut.
"Saya akan merasa terhina. Anda harus pantas untuk ke Piala Dunia," ujarnya.
Senada, Menteri Keuangan Italia Giancarlo Giorgetti menyebut usulan itu sebagai sesuatu yang memalukan.
Baca juga: Profil Timnas Argentina Peserta Piala Dunia 2026: Juara Bertahan yang Siap Ulang Cerita Manis Brasil
Diketahui, Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Italia yang absen dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia.
Dengan demikian, peluang Italia tampil di ajang tersebut melalui jalur penggantian pun ditutup, seiring penolakan tegas dari pemerintah dan otoritas olahraga negara tersebut.