Transfer MotoGP 2027 - Perbedaan Nasib Mantan Pembalap Suzuki, Mir Optimis saat Rins Terdepak
Drajat Sugiri April 24, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Masih segar dalam ingatan ketika Suzuki Ecstar memutuskan untuk angkat kaki secara dari panggung MotoGP pada pengujung musim 2022.

Keputusan tersebut bak petir di siang bolong, mengingat pabrikan asal Hamamatsu ini baru saja mencicipi takhta juara dunia lewat Joan Mir pada 2020.

Alasan di balik hengkangnya sang raksasa biru bukan sekadar masalah performa, melainkan hantaman badai finansial yang pelik.

Biaya operasional balap yang selangit dianggap tidak lagi sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, Suzuki memilih untuk memutar haluan, mengalihkan dana pengembangan mesin balap mereka menuju teknologi motor listrik dan solusi ramah lingkungan.

Hengkangnya Suzuki meninggalkan dua talenta hebat, Joan Mir dan Alex Rins, yang akhirnya kompak ke pabrikan Jepang lainnya yakni Honda dan Yamaha.

Kini, memasuki era transisi menuju regulasi mesin 850cc pada 2027, nasib kedua eks punggawa biru ini justru bak bumi dan langit di atas aspal panas MotoGP.

lihat foto
JOAN MIR - Pembalap Honda Spanyol Joan Mir duduk di dalam kotak sebelum sesi latihan bebas pertama Grand Prix MotoGP Portugis di Sirkuit Internasional Algarve di Portimao pada 24 Maret 2023. (Foto Arsip Maret 2023).PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP

Joan Mir Bertaruh Demi Kursi Utama HRC

Joan Mir, sang jawara dunia 2020, kini berada di persimpangan krusial dalam kariernya bersama Repsol Honda. Sejak bergabung dengan pabrikan berlogo sayap tunggal itu pada 2023, perjalanan Mir memang jauh dari kata mulus.

Pembalap asal Spanyol ini menegaskan bahwa dirinya masih memiliki api yang menyala untuk memimpin proyek ambisius Honda di era 850cc mendatang.

HRC saat ini menjadi salah satu pabrikan yang belum melengkapi line-up mereka untuk tahun 2027.

Setelah resmi mengamankan jasa Fabio Quartararo, satu kursi di samping pembalap Prancis itu masih menjadi rebutan.

Baca juga: Quartararo Mundur Teratur dari Pengembangan V4 Yamaha, El Diablo Kehilangan Kata-kata

Meski musim lalu sempat mempersembahkan podium di Motegi dan Sepang, posisi Mir belum sepenuhnya aman.

Laporan internal menyebutkan bahwa hingga GP Amerika Serikat bulan lalu, belum ada tawaran kontrak baru bagi Mir maupun rekan setimnya, Luca Marini.

Namun, Mir tetap teguh pada pendiriannya. Ia merasa tidak pantas dibuang ke tim satelit atau beralih ke pabrikan lain.

"Saya tidak merasa layak membalap untuk tim lain selain tim resmi Honda," tegas Mir mengutip laporan Motorsport.

"Saya tidak di sini untuk memohon. Saya adalah pembalap yang bisa menjamin bahwa ketika motor bekerja dengan baik, saya akan berada di barisan depan. Itulah yang harus kami tuju."

Mir menyadari bahwa motivasi adalah segalanya di tahap kariernya saat ini.

"Saya perlu menemukan proyek yang memotivasi saya. Jika sesuatu tidak memotivasi saya, saya tidak akan melakukannya. Sesederhana itu. Ini bukan awal karier balap saya di mana segala hal bisa diterima. Saya membuktikan bahwa saya cepat, dan saya telah memberikan lebih dari cukup alasan untuk mendapatkan motor yang mumpuni tahun depan," tambahnya.

Alex Rins Terdepak dari Garasi Yamaha

lihat foto
MANTAN PEMBALAP SUZUKI - Alex Rins (Yamaha) dari Spanyol dan Joan Mir (Honda) dari Spanyol ketika beraksi di MotoGP Qatar 2024, Sabtu (9/3/2024).

Jika Mir masih berjuang untuk bertahan, kabar duka justru datang dari Alex Rins.

Pembalap yang mempersembahkan kemenangan terakhir bagi Suzuki sebelum mereka bubar ini secara resmi mengonfirmasi perpisahannya dengan Monster Energy Yamaha.

Kabar ini menjadi pil pahit bagi Rins yang baru saja mulai beradaptasi dengan karakter mesin M1.

Rins mengungkapkan momen memilukan saat ia mengetahui posisinya akan digantikan oleh talenta lain, yang santer dikabarkan adalah Ai Ogura atau Jorge Martin.

Melalui sebuah sambungan telepon dengan bos tim, Massimo Meregalli, Rins mendapati kenyataan bahwa masa baktinya di Yamaha segera berakhir.

"Sebelas hari yang lalu, saya menelepon Massimo Meregalli, hanya telepon biasa," kenang Rins.

"Dia sempat terdiam, lalu berkata 'Jangan katakan apa pun sekarang, tapi kami telah merekrut pembalap kedua.' Jujur saja, hal itu membuat saya merasa sangat buruk."

Rins merasa usahanya selama ini seperti bertepuk sebelah tangan. Setelah menjalani musim yang sulit di LCR Honda pada 2023 yang diwarnai cedera parah, ia berharap proyek mesin V4 terbaru Yamaha bisa menjadi titik balik kariernya.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.