TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Angka anak putus sekolah di Kabupaten Pasangkayu mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pasangkayu, Henrik, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).
Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 jumlah anak putus sekolah tercatat sebanyak 2.014 anak.
Baca juga: 1.244 Siswa di Pasangkayu Terima Bantuan Pendidikan, Program Penurunan Anak Putus Sekolah Diperluas
Baca juga: Gubernur SDK Minta Program Intervensi Anak Putus Sekolah Lebih Tepat Sasaran
Namun, pada tahun 2025 angka tersebut melonjak menjadi 7.117 anak.
Henrik menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Keluarga Berencana (KB), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), hingga Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
“Dinas Sosial juga meminta data dari sekolah untuk diverifikasi dengan data yang ada di desa,” ujar Henrik.
Ia menambahkan, pendataan dilakukan secara menyeluruh mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya sebatas mendata, tetapi juga berupaya mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku pendidikan.
“Jika anak tersebut masih ingin sekolah, kami akan upayakan masuk ke sekolah formal sesuai domisilinya. Namun jika memilih jalur nonformal, menjadi tugas PKBM untuk memberikan pembelajaran,” jelasnya.
Henrik juga mengungkapkan sejumlah faktor penyebab meningkatnya angka putus sekolah di Pasangkayu. Faktor ekonomi menjadi penyebab dominan.
Ia menyebut kasus banyak terjadi pada jenjang SMP, ketika anak mulai membantu orang tua mencari nafkah.
Selain itu, rendahnya minat belajar juga turut menjadi faktor penyebab.
“Kami juga akan terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar mau kembali bersekolah,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan