Deddi Wijaya Apresiasi Pembangunan Klaster Eropa di Tengah Gencarnya Efisiensi Anggaran
Ardhina Trisila Sakti April 24, 2026 03:27 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan Klaster Eropa di Mentok, yang dinilai sebagai langkah maju dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata serta pelestarian kawasan bersejarah.

Menurut Deddi, di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit, serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Hadirnya proyek pembangunan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Bangka Barat.

"Ini patut kita apresiasi. Di saat kondisi keuangan daerah terbatas dan pemerintah pusat sedang gencar melakukan efisiensi anggaran. Bangka Barat justru mendapatkan dukungan anggaran yang cukup besar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ini menunjukkan bahwa proyek ini memiliki fondasi yang kuat dan perhatian serius dari pusat,"ujar Deddi kepada Bangkapos.com, Jumat (24/4/2026).

Ia juga mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimis terhadap pembangunan tersebut. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan profesional serta keterlibatan aktif masyarakat, kawasan klaster Eropa diyakini dapat menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi Mentok.

"Kita harus optimis. Kawasan ini punya potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tapi tentu harus didukung dengan sinergi semua pihak agar tidak hanya selesai dibangun, melainkan juga berkelanjutan dan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang," kata politikus Golkar ini.

Deddi menegaskan, pembangunan tersebut tidak boleh disikapi dengan pesimisme. Justru yang terpenting adalah memastikan kawasan itu hidup, produktif, dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Khususnya pelaku UMKM dan ekonomi lokal.

Ia juga menilai perbedaan pandangan di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam setiap proses pembangunan. 

Namun demikian, dia mengajak masyarakat untuk mulai menggeser sudut pandang dari sekadar mengawasi menjadi ikut berperan aktif.

"Kalau ada yang tidak sepaham itu hal biasa. Tapi mari kita ubah sudut pandang, dari hanya mengkritik menjadi ikut terlibat. Kawasan ini harus dilihat sebagai peluang bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah," tegasnya.

Lebih lanjut, Deddi mengajak masyarakat untuk membangun optimisme dengan mendorong partisipasi aktif. Menjadikan proyek sebagai milik bersama, serta berpikir dalam jangka panjang.

"Dari ragu menjadi terlibat, dari proyek pemerintah menjadi milik bersama dan dari jangka pendek ke jangka panjang. Ini penting agar kawasan ini benar-benar hidup dan memberi dampak ekonomi nyata,"tambahnya.

Ia menutup dengan menegaskan pembangunan klaster Eropa bukan sekadar proyek fisik. Melainkan peluang besar untuk mengubah wajah Kota Mentok sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ini bukan sekadar pembangunan, tapi peluang besar untuk kemajuan Mentok. Karena itu, mari kita jaga dan kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tutupnya.

Diketahui, proyek penataan klaster Eropa di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, direncanakan bakal mengintegrasikan Taman Lokomobil dengan monumen Soekarno-Hatta. 

Sedangkan Lapangan Gelora, ditata dengan berbagai fasilitas seperti amphiteater, visitor centre, area kuliner dan cinderamata, toilet, area parkir serta pedestrian. 

Direktur Cipta Karya Kementerian PU dan Kepala Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan Bangka Belitung telah melakukan audiensi, bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kamis (23/4/2026) di Mentok. 

Mereka membahas proyek penataan klaster Eropa di Lapangan Gelora dan Taman Lokomobil di Kecamatan Mentok. Proyek itu bernilai kontrak Rp22,7 miliar dari APBN dikerjakan oleh PT Diatasa Jaya Mandiri selama delapan bulan. Terhitung sejak April hingga Desember 2026.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.