Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, RAWALUMBU- Suasana berbeda mewarnai aktivitas jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Jumat (24/4/2026).
Sebab, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, nampak memimpin sebuah rapat yang digelar di Gedung Teknis Bersama Kota Bekasi, Kecamatan Rawalumbu, menggunakan bahasa Inggris.
Tri nampak memimpin rapat terkait pembahasan lanjutan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) yang diikuti diantaranya oleh ajaran PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH), Kiswatiningsih, dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Idi Susanto.
Tak hanya Tri, penggunaan bahasa Inggris juga dilakukan oleh seluruh pihak yang hadir dalam rapat.
Tri mengatakan, pilihan itu sebagai bentuk mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi.
Memasuki minggu kedua pelaksanaan, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar sekaligus meningkatkan daya saing global Kota Bekasi.
“Hari ini adalah minggu kedua Pemkot Bekasi untuk bisa melakukan berbahasa Inggris dalam satu hari dan ini tentu adalah suatu proses,” kata Tri saat ditemui di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Menurut Tri, kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan ilustrasi dari semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam menghadapi tantangan global.
Ia mencontohkan, kerja sama internasional yang tengah dijalin Pemkot Bekasi dengan perusahaan asal China, PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, dalam pengembangan proyek PSEL menuntut kemampuan komunikasi yang mumpuni.
“Ilustrasinya adalah kami ingin terus belajar dan ingin terus meningkatkan diri, apalagi hari ini kami juga sudah bekerja sama dengan perusahaan China, Wangneng, untuk kemudian membangun terkait dengan energi yang bersih terkait dengan sampah dan tentu komunikasi perlu dibangun agar tidak ada jeda," ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu menjelaskan, penguasaan bahasa Inggris juga menjadi satu faktor penting agar ide dan gagasan dapat tersampaikan secara efektif dalam kerja sama internasional.
“Kami juga harus menelaah, diresap dan tentu menyampaikan ide gagasan sehingga apa yang menjadi harapan kami bersama tentu bisa tercapai dan tentu ke depannya harapannya lebih luas lagi adalah ada suatu keinginan pembelajaran,” imbuhnya.
Tri menyampaikan, upaya peningkatan kualitas ASN akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap, masyarakat Kota Bekasi juga dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Jadi kami akan terus meng-upgrade diri dan tentu harapannya adalah juga warga masyarakat Kota Bekasi pada akhirnya nanti juga kemudian bersimbiosis dan mereka akan beradaptasi," ucapnya.
Sebagai informasi, Tri tengah berupaya mendorong transformasi Kota Bekasi menjadi kota bertaraf internasional.
Satu upaya yang ditekankan adalah dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, khususnya saat ini bagi para ASN.
Bentuk upaya nya ialah diantaranya dengan membuat program One Day English. (M37)