Peringati Bulan Menggambar, FPL Ajak Seniman Eksplorasi 'Ruang dalam Garis'
taryono April 24, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dalam rangka memperingati Bulan Menggambar Nasional Mei 2026, Forum Perupa Lampung (FPL) menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk “Ruang dalam Garis”. 

Program ini menjadi sebuah gebrakan artistik yang memadukan konsep Art Camp dan pameran seni rupa, dengan fokus pada eksplorasi garis—bukan sekadar sebagai coretan, melainkan sebagai metode berpikir visual untuk membangun struktur ruang.

Kurator kegiatan, David, S.Sn., menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan mengembalikan esensi menggambar sebagai fondasi utama dalam praktik seni rupa. Menurutnya, garis kerap dianggap sederhana, padahal memiliki peran mendasar dalam membentuk ruang dan relasi visual.

“Garis sering dianggap remeh, padahal ia adalah struktur paling dasar yang mampu langsung menyusun ruang. Kami ingin peserta memahami bagaimana tekanan, ritme, arah, dan ketebalan garis dapat menciptakan relasi visual yang kompleks,” ujarnya, Kamis (18/4/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Art Camp yang akan berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di kawasan wisata Sumur Putri, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Lokasi ini dipilih karena lanskap alamnya yang kaya dan menantang, sehingga mendorong para perupa untuk menerjemahkannya ke dalam abstraksi garis.

Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pengamatan langsung lingkungan (On The Spot/OTS), latihan teknis eksplorasi garis, hingga diskusi intensif mengenai struktur visual.

Pendekatan yang digunakan tidak menekankan kemiripan objek, melainkan pada kemampuan membaca dan menyederhanakan struktur visual.

Selain itu, peserta juga akan merasakan pengalaman berkemah dengan fasilitas menginap satu malam, makan bersama, serta diskusi santai seputar seni rupa. Suasana ini diharapkan dapat mempererat interaksi dan membangun jejaring antarperupa.

“Proses di Art Camp ini sangat terarah. Peserta dilatih untuk melihat ‘kekosongan’ atau negative space sebagai bagian aktif dari komposisi. Keseimbangan antara garis dan bidang kosong inilah yang akan membentuk karakter ruang dalam karya mereka,” tambah David.

Kegiatan ini tidak berhenti di Art Camp. Karya-karya peserta, bersama hasil seleksi dari jalur Open Call, akan dipamerkan pada 20–24 Mei 2026 di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), Komplek PKOR Way Halim.

Berbeda dari pameran pada umumnya, pameran ini dirancang sebagai “ruang baca proses”. Pengunjung tidak hanya melihat karya akhir, tetapi juga dapat menelusuri dokumentasi, sketsa awal, hingga catatan refleksi para seniman.

“Kami menerima dua karya drawing ukuran A3 per seniman. Namun, tetap ada proses kurasi yang ketat—hanya satu hingga dua karya terbaik yang akan ditampilkan demi menjaga kualitas dialog visual,” tegasnya.

Forum Perupa Lampung membuka kesempatan luas bagi seniman profesional, mahasiswa, maupun pemerhati seni untuk berpartisipasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial resmi Forum Perupa Lampung.

Melalui tagline “Indonesia Layak Menggambar”, FPL berharap kegiatan ini mampu memicu semangat baru dalam praktik menggambar kontemporer di Lampung, sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni rupa di daerah.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.