WR I Unsulbar Minta Polda Sulbar Bongkar Sindikat Joki Penerimaan Mahasiswa Baru Kedokteran
Nurhadi Hasbi April 24, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Praktik kecurangan dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terungkap.

Kecurangan tersebut terungkap saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Selasa (21/4/2026).

Dua calon mahasiswa baru perempuan yang terlibat langsung diamankan polisi.

Keduanya tertangkap saat diduga hendak melakukan kecurangan secara sistematis ketika proses pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian.

Baca juga: Prof Tasrief Surungan Sebut Tak Ada Kecurangan di Hari Pertama UTBK Unsulbar

Panitia menemukan perangkat elektronik yang disembunyikan di balik pakaian mereka.

Alat tersebut diduga berupa decoder yang dapat terhubung dengan pihak luar untuk mengirimkan soal dan jawaban secara diam-diam.

Selain itu, keduanya juga diduga menggunakan dokumen identitas palsu.

KTP yang digunakan diketahui baru diterbitkan pada April 2026 untuk memanipulasi data pendaftaran.

Kasus tersebut kini sedang ditangani Polresta Majene.

Unsulbar memastikan dua calon mahasiswa baru tersebut akan didiskualifikasi.

Dugaan Sindikat Joki Terstruktur

Wakil Rektor Unsulbar, Prof Tasrief Surungan, meminta kepolisian untuk mengungkap sindikat di balik kecurangan tersebut.

Ia menduga praktik ini melibatkan jaringan yang terstruktur.

Ia pun meminta aparat penegak hukum serius dalam menangani kasus tersebut.

Tasrief mengatakan telah menghubungi Karo SDM Polda Sulbar, Kombes Danu Agus.

Ia meminta agar Polda Sulbar mengawal penanganan kasus oleh Polres Majene, sehingga menghindarkan Polres Majene pada pandangan tidak ada kasus pidana atau dianggap sekadar pelanggaran administratif.

“Aparat penegak hukum perlu benar-benar mendalaminya. Sindikat tersebut harus dibongkar,” tegasnya.

Ia juga meminta Polda Sulbar terus memonitor dan mengawal proses penyelidikan.

Menurutnya, pelacakan sindikat tidak sulit karena kedua calon mahasiswa yang diduga joki datang ke Majene bersama orang tuanya saat pelaksanaan UTBK.

“Berdasarkan pengakuan anak, orang tuanya yang aktif menghubungi pihak sindikat. Pelaku joki juga diduga melakukan pemalsuan KTP sebagai dokumen negara, karena KTP mereka baru diterbitkan pada April 2026,” jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.