Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Empat jemaah calon haji Embarkasi Solo terpaksa dipulangkan karena dinyatakan tidak istitaah atau tidak layak terbang setelah pemeriksaan kesehatan terakhir di Asrama Haji Donohudan (AHD), Ngemplak, Boyolali.
Kondisi ini disebut dipicu oleh berbagai faktor, terutama kelelahan perjalanan serta mayoritas jemaah yang berusia lanjut (lansia).
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi penentu utama kelayakan keberangkatan.
Ia menyebut, faktor usia dan kelelahan menjadi penyebab dominan dalam kasus ini.
"Banyak faktor (penyebab tak layak terbang) , karena kelelahan dan sebagian besar karena jemaah lansia (Lanjut usia)," kata Nabiila, Jumat (24/4/2026).
Keempat jemaah yang dipulangkan berasal dari Kabupaten Tegal dan Brebes. Mereka terdiri dari dua jemaah kloter 3, serta masing-masing satu jemaah dari kloter 8 dan kloter 9.
Seluruh jemaah sebelumnya telah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan akhir sebelum keberangkatan.
Namun, hasil evaluasi medis menyatakan mereka tidak memenuhi syarat istitaah untuk melanjutkan perjalanan ibadah haji tahun ini.
Adapun kedatangan kloter-kloter tersebut di Asrama Haji Donohudan berlangsung bertahap, mulai dari kloter 3 pada 21 April 2026, disusul kloter 8 dan kloter 9 pada 23 April 2026.
Baca juga: Ada Jemaah Jateng Tunda Haji, Karanganyar Justru Ketiban Rezeki 2 Kuota Tambahan ke Tanah Suci
Selain empat jemaah yang dipulangkan, terdapat delapan calon jemaah haji lain yang harus mendapatkan penanganan medis akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Rinciannya, dua jemaah dirawat di RSUD Dr. Moewardi, satu jemaah di RS TNI AU, tiga jemaah di RSUP Surakarta, serta dua jemaah lainnya dirawat di Klinik Embarkasi Solo.
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses keberangkatan haji membutuhkan kesiapan fisik yang benar-benar prima, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI Tinjau Katering Haji di Sukoharjo, Pastikan Menu Khas Indonesia Ada di Madinah
Hingga Jumat siang, Embarkasi Solo telah menerima total 3.595 jemaah yang terbagi dalam 10 kloter.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.863 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 8 kloter.
Pada hari yang sama, tiga kloter diberangkatkan, yakni kloter 7, 8, dan 9.
Kloter 7 dan 8 yang berasal dari wilayah Brebes, Purbalingga, dan Tegal telah lebih dulu terbang, sementara kloter 9 dijadwalkan berangkat pada pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, kedatangan jemaah terus berlangsung dengan empat kloter tambahan yang dijadwalkan masuk asrama pada hari yang sama, yakni kloter 10 hingga kloter 13 dari berbagai daerah seperti Brebes, Pemalang, Tegal, Pekalongan, hingga wilayah Semarang.
(*)