Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polemik mengenai siapa yang berjasa dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menyebut dirinya memiliki peran penting dalam mengantarkan Jokowi menjadi presiden.
Namun, Ketua Umum Relawan “Kami Jokowi-Gibran”, Razman Arif Nasution, memiliki pandangan berbeda terkait hal tersebut.
Razman menegaskan bahwa sejumlah tokoh politik seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, hingga Hashim Djojohadikusumo, memiliki kontribusi yang tidak bisa diabaikan dalam perjalanan politik Jokowi.
“Yang benar itu ada peran Pak Hashim dan Pak Prabowo. Ada peran Bu Mega itu benar,” ungkap Razman saat ditemui usai bertemu Jokowi di kediamannya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, narasi bahwa Jusuf Kalla memiliki peran dominan dalam mengantarkan Jokowi menjadi presiden tidak sepenuhnya tepat.
Ia menyebut komunikasi antara JK dan Jokowi hanya terjadi sekali.
“Pak JK hanya sekali menghubungi Pak Jokowi. Beliau menelpon, mengatakan minat nggak jadi Gubernur DKI. Jadi nggak benar beliau yang menjadikan,” tutur Razman.
Baca juga: Di Solo, Relawan Tegaskan Jokowi Siap Buktikan Keaslian Ijazah SD hingga S1 di Pengadilan Terbuka
Razman menjelaskan, pada masa pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, terdapat komunikasi politik yang melibatkan Prabowo Subianto melalui adiknya, Hashim Djojohadikusumo.
“Pak Prabowo berkomunikasi dengan Pak Hasim. Pak Hashim komunikasi dengan Pak Jokowi. Sehingga ada pertemuan satu dua kali di salah satu tempat di Jakarta untuk menggodok calon gubernur,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penentuan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden bukanlah keputusan langsung Jokowi, melainkan wewenang partai pengusung.
“Komunikasi dengan Pak JK iya tapi sekali. Kalau ada bahasa menjadikan presiden atau menjadikan gubernur nggak benar. Apalagi untuk menentukan cawapres, Pak Jokowi tidak ikut-ikut,” tambahnya.
Baca juga: Di Solo, Relawan Desak Kepastian Hukum Ijazah Jokowi, Minta Kasus Roy Suryo dkk Segera Disidangkan
Lebih lanjut, Razman menegaskan bahwa terlepas dari berbagai dinamika politik sebelum pencalonan, Jokowi akhirnya terpilih menjadi presiden karena pilihan rakyat melalui proses demokrasi yang sah.
“Beliau paham bahwa dia hanya diajukan. Dia tidak punya kepentingan untuk memilih calon melakukan sesuatu untuk bangsa yang negatif tidak. Yang pasti Pak Jokowi dipilih rakyat karena dianggap mumpuni menjadi presiden dan dua periode menjadi presiden,” jelas Razman.
(*)