TRIBUNNEWS.COM - Persijap Jepara berhasil menang meyakinkan saat menjamu PSBS Biak pada pekan ke-29 Super League, Jumat (24/4/2026) sore WIB.
Berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, duel Persijap vs PSBS berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Laskar Kalinyamat.
Dua gol Persijap dicetak lewat aksi Borja Herrera (20') dan Carlos Franca (67').
Kemenangan ini membuat Persijap naik ke peringkat ke-13 dengan 31 poin dan menjauhi zona degradasi.
Persijap menyamai poin PSM Makassar di urutan ke-14 namun unggul head to head dari pertemuan di putaran pertama.
Selain itu, hasil ini membuat Persijap melanjutkan tren posifit dengan delapan pertandingan tanpa terkalahkan (4 menang, 4 imbang)
Sementara bagi PSBS Biak, kekalahan ini membuat tim asal Papua itu semakin dekat dengan degradasi.
PSBS kini terpuruk di dasar klaseemn dengan 18 poin, tertinggal 9 angka dari posisi zona aman.
Selain itu, PSBS kini juga telah menelan tujuh kekalahan beruntun di Liga 1.
Dengan menyisakan lima laga tersisa, degradasi akan semakin dekat bagi PSBS Biak jika tak segera bangkit dari keterpurukan.
Baca juga: Update Klasemen Liga 1: Malut United Gagal ke Empat Besar, PSM Menjauh dari Zona Degradasi
Persijap Jepara langsung mendominasi permainan sejak awal babak pertama.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu langsung menerapkan tempo permainan yang tinggi dan mengurung pertahanan PSBS Biak.
Persijap memiliki peluang emas pertama lewat sepakan Carlos Franca pada menit ke-5 dari sisi kanan, namun masih dapat ditepis kiper PSBS Biak, Kadu.
Hingga menit ke-15, Persijap masih mendominas meskipun belum mampu mencetak gol, sementara itu, strategi counter attack dari PSBS Biak juga selalu terputus di tengah jalan.
Persijap Jepara akhirnya berhasil pecah telur pada menit ke-20 setelah Borja Herrera melesakkan bola dalam situasi corner.
Skema sepak pojok yang dilakukan Persijap ini mirip dengan strategi corner ala Arsenal di Liga Inggris.
Para pemain Persijap tampak menutupi langkah kiper PSBS Biak saat hendak menepis bola.
Kemudian bola rebbound langsung dieksekusi Borja Herrera dengan tendangan first time kaki kiri.
Gol, Persijap unggul 1-0.
PSBS Biak sejatinya sempat mendapatkan penalti pada menit ke-26 setelah Moses Madjar dijatuhkan Rendi Saepul di kotak terlarang.
Wasit menunjuk titik putih setelah menilik review on field VAR.
Namun sayangnya eksesuki penalti yang diambil Luquinhas gagal berbuah gol, sepakannya membentur mistar kanang gawang meski Sendri Johansah sudah mati langkah.
Persijap Jepara melakukan serangan bertubi-tubi pada menit ke-33 yang diakhiri dengan sepakan keras dari Iker Guarrotxena.
Namun Kadu melakukan penyelamatan krusial.
PSBS Biak memiliki peluang emas pada menit ke-43 melalui tusukan Luquinhas dari sisi kiri.
Kemudian Luquinhas mengirim umpan tarik kepada Hassan di kotan penalti dan langsung dieksekusi ke arah gawang Persijap. Namun arahnya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Sendri Johansah.
Tak ada tambahan gol hingga turun mimum, Persijap mengungguli PSBS Biak 1-0 di babak pertama.
Berlangsung pada babak kedua, PSBS Biak mencoba mengontrol permainan dan tak terlalu buru-buru dalam melancarkan serangan.
Namun hingga menit ke-60, PSBS Biak masih kesulitan menembus pertahanan Persijap.
Alih-alih menyamakan kedudukan, PSBS justru kembali kebobolan pada menit ke-67 melalui aksi solo run dari Carlos Franca yang melewati tiga pemain.
Gol, Persijap Jepara menjauh 2-0.
Sebuah drama terjadi pada menit ke-80 saat kiper PSBS Biak, Kadu mengalami masalah pada badannya dan harus diganti keluar lapangan.
Namun Kadu tak bisa keluar dan harus melanjutkan permainan karena PSBS Biak telah mengambil tiga kesempatan pergantian pemain.
Kejadian ini membuat pertandingan harus terhenti hampir 10 menit.
Lantaran wasit sempat berdiskusi dengan perangkat pertandingan soal kejadian ini.
Insiden ini membuat wasit memberikan tambahan waktu sangat banyak yakni lima belas menit di akhir laga.
Meski begitu, PSBS Biak tetap tak mampu memanfaatkannya.
Hasil akhir Persijap vs PSBS Biak berakhir dengan skor 2-0.
Sendri Johansah (GK); Rahmat Hidayat, Diogo Brito, Tiri Rubio, Najeeb Yakubu; Wahyudi Hamisi, Borja Herrera, Borja Martinez; Rendi Saepul, Iker Guarrotxena, Franca Carlos.
Pelatih: Mario Lemos
Kadu (GK); Pablo Andrade, Hadi Ardiansyah, Eduardo Barbosa; Moses Madjar, Yano Putra, Nelsom Alom, Heri Susanto; Luquinhas, Mohcine Hassan, Arjuna Agung.
Pelatih: Marian Mihail
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)