SURYA.CO.ID - Kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, mencekam pada Kamis (23/4/2024) pagi.
Seorang kakek berusia 61 tahun berinisial MJ ditemukan tewas dengan luka tusukan di tengah gang.
Dugaan kuat, korban dikeroyok dan dianiaya kurang lebih oleh empat pelaku.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Iwan, yang merupakan adik sepupu korban, insiden berdarah ini tidak terjadi secara tiba-tiba.
Ketegangan antara korban dan pihak pelaku diduga bermula sejak waktu subuh.
Iwan menceritakan bahwa awalnya adik dari salah satu tersangka mendatangi korban dan sempat memukul wajahnya.
Tak berhenti di situ, beberapa jam kemudian, tersangka utama berinisial E alias Man datang kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis pisau.
"Tadi saya sempat melihat tersangkanya berbincang di sini. Saya tidak menyangka ada masalah, jadi saya lanjut membersihkan burung di kandang. Baru setelah istri saya menjerit, saya tahu kakak saya sudah tergeletak di gang," ungkap Iwan.
Baca juga: Saksi Kata Kasus Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Polisi Kantongi Identitas 4 Pelaku
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik, membenarkan peristiwa tragis tersebut.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, korban MJ menderita luka fatal akibat senjata tajam.
"Ada luka tusukan di bagian dada dan luka di kepala. Kejadian diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB," ujar Kompol Zainur Rofik.
Polisi saat ini telah mengantongi identitas para pelaku yang diduga berjumlah 4 orang.
"Dua orang diduga melakukan aksi fisik secara langsung, sementara yang lain turut membantu di lokasi," tambahnya.
Baca juga: Kronologi Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Tewas Ditusuk Teman Sendiri
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pembunuhan tersebut.
Namun, spekulasi yang berkembang di kalangan warga menyebut adanya kaitan dengan masalah hutang piutang atau konflik asmara yang melibatkan kerabat istri tersangka.
Di mata keluarga, MJ dikenal sebagai sosok yang ramah dan pendiam.
Meski baru saja berpisah dengan istrinya, kakek dengan empat cucu tersebut dikenal tidak memiliki musuh besar.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk keperluan autopsi.
Pihak operasional Polsek Simokerto pun tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang melarikan diri.