Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Penantian panjang selama 11 tahun akhirnya terbayar bagi Paimin Tumiyem jemaah haji tertua asal Kepahiang.
Dengan penuh haru dan rasa syukur, ia bersiap menunaikan ibadah haji setelah bertahun-tahun menunggu panggilan ke Tanah Suci.
Diketahui jumlah jemaah haji dari Kabupaten Kepahiang sebanyak 29 orang terdiri dari 13 laki-laki dan 16 perempuan.
Sejumlah jemaah tersebut terdiri dari 11 jemaah kecamatan Kepahiang, lima jemaah dari Tebat Karai, lima jemaah dari Bermani Ilir, satu jemaah Muara Kemumu, satu jemaah Ujan Mas, tiga jemaah Merigi, tiga jemaah lagi dari Kecamatan Kabawetan.
Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com tangis haru keluarga atau kerabat yang menemani jemaah pecah saat keberangkatan dari Masjid Agung Baitul Hikmah Kepahiang pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Paimin yang menginjak usia 81 tahun sangat bersyukur dapat kesempatan untuk berangkat haji dari Kepahiang.
Baca juga: Jadi Imam dan Khatib di Bengkulu, Menag Angkat Kisah Cinta Makhluk kepada Nabi
"Alhamdulillah saya sehat dapat kesempatan berangkat haji," ucap Paimin kepada TribunBengkulu.com, Jumat (24/4/2026).
Ia menungkapkan perasaan senangnya karena penantiannya yang menabung untuk berangkat haji selama 11 tahun dapat terwujud.
"Perasaan saya sangat senang, sudah 11 tahun saya menantikan keberangkatan haji ini," kata Paimin.
Sementara jemaah termuda Weni Masdiana yang berangkat haji di usia menginjak 41 tahun.
Bupati Kepahiang Zurdi Nata berpesan kepada para jemaah untuk tekadkan niat, jaga kesehatan dan kekompakan serta kepedulian antar sesama jemaah haji.
"Tanamkan niat tulus bahwa haji karena Allah SWT, jaga kesehatan, jaga kekompakan, peduli sesama dan saling membantu," ucap Nata.