Teror Bom Molotov di Rumah Kades Hoho, Mobil Civic Hangus Terbakar: Pasti Ada Dalangnya
deni setiawan April 24, 2026 04:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Teror pembakaran mobil menggunakan bom molotov yang dialami Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau akrab disapa Hoho Alkaf pada Kamis (23/4/2026) pagi, tak hanya menyisakan kerugian materi. 

Insiden yang terjadi saat istri dan anaknya berada di dalam rumah itu disebut Kades Hoho sudah mengarah pada ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 04.10 di rumah Kades Hoho di Kabupaten Banjarnegara. 

Satu mobil Honda Civic Turbo miliknya terbakar setelah diduga diserang orang tak dikenal (OTK). 

Api begitu cepat membesar dan menghanguskan kendaraan pribadinya. 

Baca juga: Sosok Kades Hoho Kembali Viral, Curhat Dihujani Pukulan, Dari Keluarga Terpandang di Banjarnegara

Tak hanya itu, bagian atap garasi rumah juga ikut terdampak.

Kades Hoho bersama istrinya sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya warga berdatangan seusai salat subuh.

Akibat kejadian tersebut, mobil yang dibeli pada 2020 dengan harga sekira Rp400 juta itu mengalami kerusakan parah.

"Untuk perbaikan belum tahu harus seperti apa, karena kondisinya terbakar seperti itu." 

"Bagian dalamnya juga ikut terbakar," ujar Kades Hoho, Jumat (24/4/2026).

Dia menjelaskan, secara tampilan luar mobil kemungkinan masih bisa diperbaiki melalui pengecatan ulang. 

Namun, seluruh bagian interior dipastikan harus diganti.

"Kalau dicat mungkin bisa terlihat seperti semula, tapi dalem-dalemannya harus beli semua. Jadi rusaknya parah, sudah kaya rongsok," jelasnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Banjarnegara dan saat ini dalam proses penyelidikan. 

Bahkan, tim Resmob Polda Jateng juga sudah turun langsung ke lokasi kejadian.

Lebih jauh, Kades Hoho menilai aksi pembakaran tersebut bukanlah kejahatan biasa. 

Dia menyebut, kejadian ini sudah sangat serius dan terindikasi sebagai ancaman terhadap keselamatan jiwa dirinya dan keluarga.

"Saya yakin kejahatan ini sudah frontal sekali, sudah kriminal. Bahkan saya anggap ini seperti rencana pembunuhan," tegasnya.

Menurutnya, lokasi mobil yang dibakar berada tepat di garasi rumah, sehingga potensi bahaya sangat besar karena api bisa cepat merembet ke seluruh bangunan.

"Ini rumah, garasinya di rumah. Mobil memang yang dibakar, tapi tujuannya apa?"

"Dalam hitungan detik api bisa langsung besar. Itu bisa merembet ke seluruh rumah," ungkapnya.

Saat kejadian, Hoho sempat melihat pelaku. Namun dia memilih tidak mengejar karena lebih memprioritaskan keselamatan keluarganya yang berada di dalam rumah.

"Saya lihat orangnya, tapi tidak saya kejar. Saya mikir rumah, istri dan anak saya di dalam," katanya.

• Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi

Diduga Ada Dalangnya

Dia juga meyakini aksi tersebut tidak dilakukan secara tunggal dan kuat dugaan ada pihak yang menjadi dalang di balik kejadian ini.

"Ini tidak mungkin tidak ada dalangnya. Kejahatan seperti ini tidak mungkin terjadi begitu saja, apalagi di desa," ucapnya.

Meski demikian, Kades Hoho menegaskan selama ini dirinya tidak memiliki konflik pribadi dengan pihak mana pun, baik LSM, organisasi masyarakat, maupun individu tertentu. 

Namun dia mengakui bersikap tegas terhadap pihak yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan desa.

"Kalau saya, tidak pernah berselisih dengan siapa pun. Tapi kalau ada yang mengganggu pemerintah, saya frontal menolaknya," katanya.

Terkait dugaan motif, Kades Hoho menyebut kemungkinan aksi tersebut berkaitan dengan konflik penjaringan perangkat desa yang sebelumnya sempat memanas.

Dia juga menilai kecil kemungkinan aksi itu dilakukan oleh warga lokal tanpa adanya pihak yang menyuruh.

"Kalau warga lokal mungkin keberaniannya tidak ada. Tapi kalau ada yang nyuruh dan menjamin, saya curiga juga," ujarnya.

Hoho bahkan mengungkap, di wilayahnya terdapat orang-orang yang secara kasat mata terlihat baik, namun berpotensi melakukan hal sebaliknya di belakang.

"Kalau ke saya depan baik, tapi kalau main belakang seperti ini ada yang nyuruh, ada yang menjamin."

"Saya pastikan ada warga saya yang berani kalau disuruh," katanya.

Pasca kejadian, pengamanan sempat dilakukan oleh pihak terkait, namun hanya berlangsung hingga sore hari. 

Untuk malam hingga subuh, Kades Hoho bersama warga harus berjaga secara mandiri.

"Pasca kejadian ada pengamanan, tapi cuma sampai sore. Malam sampai subuh kami sendiri," ujarnya.

Lihat Mobil Mencurigakan

Baca juga: Buntut Prank Kebakaran Warung Nasi Goreng, Damkar Kota Semarang Tuntut DC Minta Maaf

Bahkan, teror diduga belum berhenti. Pada malam hari setelah kejadian, Hoho mengaku melihat dua mobil mencurigakan melintas di sekitar rumahnya.

"Tadi malam sempat ada dua mobil mencurigakan. Saya tantang juga di media sosial, kalau berani datang lagi," katanya.

Kades Hoho bersama warga sempat melakukan pengejaran terhadap dua kendaraan tersebut, yang disebut berwarna putih dan satu lagi diduga Avanza hitam.

"Kami kejar dua mobil itu. Ditanya malah bingung, terus kabur. Saya bilang kalau perlu tangkap saja, tapi mereka lari," ungkapnya.

Namun demikian, dia tidak dapat memastikan jumlah orang yang berada di dalam kedua mobil tersebut.

"Tidak tahu berapa orangnya, tapi ada dua mobil," katanya.

Ke depan, Hoho menegaskan akan terus mendorong pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini secara profesional.

"Kami akan terus tekan pihak kepolisian agar menjalankan tugasnya dengan profesional," tegasnya.

Dia juga berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang bermain dalam proses penanganan perkara ini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.