TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang -Setelah ditutup lebih dari lima bulan, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang resmi kembali dibuka untuk aktivitas pendakian mulai Jumat, (24/6/2026). Pembukaan ini diumumkan melalui surat resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS).
Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Baca juga: Truk Bahkan Ekskavator Terseret Lahar Semeru di Sungai Regoyo Lumajang
“Aktivitas pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai tanggal 24 April 2026. Batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sebelumnya, aktivitas pendakian di Gunung Semeru ditutup sejak 19 November 2025.
Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko menyusul terjadinya erupsi dan aktivitas lahar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Dengan kondisi yang dinilai lebih aman, jalur pendakian kini kembali dibuka secara terbatas.
Meski sudah dibuka, pengelola tetap memberlakukan pembatasan jumlah pendaki. Kuota maksimal ditetapkan hanya 200 orang per hari.
Baca juga: Banjir Lahar Semeru Jebol Tanggul Sungai Regoyo, Rumah dan Musala di Lumajang Ambles
Selain itu, seluruh calon pendaki diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui situs resmi BBTNBTS. Aturan ini diberlakukan untuk memastikan pengelolaan pengunjung tetap terkendali.
“Setiap pendaki wajib mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” jelas Rudijanta.
Baca juga: Sambil Wujudkan Hunian Relokasi, Pemkab Lumajang Beri Bantuan Tahap 2 untuk Penyintas Erupsi Semeru
BBTNBTS juga memberikan solusi bagi pendaki yang sebelumnya telah memesan tiket sebelum penutupan.
Pendaki yang melakukan pemesanan pada periode 19 November hingga 18 Desember 2025, dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule) untuk jadwal pendakian terbaru.
Baca juga: Lokasi Hunian Relokasi Penyintas Erupsi Gunung Semeru Lumajang Masih Disurvei Pemkab