Tindak Lanjut Kerja Sama Beijing, Nurdin Halid-Rektor Unhas Susun PKS Pengembangan Padi Unggul
Ari Maryadi April 24, 2026 05:08 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — AM Nurdin Halid kolaborasi Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa di sektor pertanian.

Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan penyusunan perjanjian kerja sama (PKS) antara PT Industri Padi Nusantara (IPN) dan Universitas Hasanuddin (Unhas), di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Jumat (24/4/2026).

Penandatanganan tersebut melibatkan Founder PT IPN, Prof. Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid, Presiden Direktur PT IPN H. Andi Nursyam Halid, serta Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa.

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan riset dan pengembangan benih padi unggul berbasis teknologi modern.

Kemitraan ini menjadi bagian dari langkah besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional, dengan target pengembangan varietas padi yang mampu menghasilkan hingga 12 ton per hektare.

Founder PT IPN, Nurdin Halid, menegaskan kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan internasional yang sebelumnya dijalin di Beijing, China, pada 8 April 2026.

“Kerja sama hari ini adalah kelanjutan dari langkah strategis yang telah kita bangun di Beijing. Kita ingin memastikan transfer teknologi, riset, dan pengembangan bibit unggul benar-benar terimplementasi di Indonesia, khususnya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unhas,” kata Nurdin Halid.

Ia menambahkan, sinergi antara dunia industri dan akademisi menjadi kunci dalam mendorong kemandirian pangan nasional di tengah tantangan global.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Dunia industri membutuhkan dukungan riset, sementara kampus membutuhkan ruang implementasi. Kolaborasi ini akan melahirkan inovasi nyata, termasuk bibit padi unggul yang mampu meningkatkan produktivitas petani secara signifikan,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Presiden Direktur PT IPN, Andi Nursyam Halid, menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya berkomitmen penuh dalam pembiayaan riset dan pengembangan, termasuk penyediaan fasilitas modern untuk mendukung pengembangan bibit padi unggul.

Kolaborasi ini juga melibatkan mitra riset dari China, yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan IPN dan Unhas dalam pengembangan teknologi pertanian modern.

Sebagai bagian dari implementasi, pengembangan bibit padi unggul akan diterapkan di sejumlah wilayah strategis, termasuk lahan pertanian milik anak usaha IPN di Musi Rawas, Sumatera Selatan, serta ekspansi ke Lampung dan Merauke.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen kampus dalam mendukung inovasi di sektor pertanian berbasis riset.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

Dengan penandatanganan MoU dan penyusunan PKS ini, IPN dan Unhas optimistis dapat menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan pertanian modern, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian dan kedaulatan pangan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.