FORPOIN Dorong Arah Baru Pendidikan Vokasi Lewat Rakernas 2026
Kiki Content Writer April 24, 2026 05:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM — Forum Profesor Politeknik Negeri Indonesia (FORPOIN) menegaskan perannya sebagai aktor kunci dalam menentukan arah masa depan pendidikan vokasi nasional melalui Rapat Kerja Nasional 2026 yang digelar di Hotel Santika Premiere Jakarta.

Di tengah tekanan global terhadap kualitas sumber daya manusia dan akselerasi transformasi industri, forum ini tidak sekadar menjadi ruang temu akademik, tetapi juga arena konsolidasi strategis untuk memperkuat fondasi keilmuan politeknik di Indonesia.

Mengangkat tema “FORPOIN sebagai Penggerak Kolaborasi dan Inovasi dalam Penguatan Pendidikan Politeknik Indonesia”, kegiatan ini mempertemukan para guru besar vokasi, pimpinan politeknik, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi dalam satu agenda besar: membangun ekosistem pendidikan terapan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Prof. Dr. H. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., mewakili Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI), muncul satu pesan kunci yang menohok: politeknik tidak boleh hanya bergerak cepat, tetapi juga harus memiliki arah akademik yang jelas.

“Kita kuat di praktik dan dekat dengan industri, tetapi tanpa kompas akademik, pergerakan itu berisiko kehilangan arah. Dewan Guru Besar adalah penentu arah tersebut,” tegasnya. 

Pernyataan ini menjadi refleksi kritis terhadap tantangan laten pendidikan vokasi: dominasi orientasi praktis yang belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan sistem keilmuan dan otoritas akademik.

Reposisi Strategis Guru Besar Vokasi

FORPOIN menempatkan Dewan Guru Besar bukan sebagai simbol struktural, melainkan sebagai academic engine yang memastikan keberlanjutan kualitas, integritas ilmiah, dan relevansi pendidikan vokasi.

Dalam lanskap pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif, peran ini menjadi krusial, terutama dalam:

  • Menjaga standar akademik berbasis riset terapan
  • Mengarahkan hilirisasi inovasi ke sektor industri
  • Membangun positioning politeknik dalam ekosistem knowledge economy

Konsolidasi ini juga menegaskan pentingnya orkestrasi antara kepemimpinan manajerial dan kepemimpinan akademik. 

Direktorat berperan dalam tata kelola dan kebijakan, sementara guru besar menjadi arsitek arah keilmuan dan inovasi.

Menjawab Tantangan Industri 5.0

Rapat kerja FORPOIN 2026 berlangsung dalam konteks perubahan besar: digitalisasi, automasi, dan tuntutan kompetensi masa depan. Pendidikan vokasi dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan solusi berbasis teknologi dan kebutuhan industri.

FORPOIN mendorong tiga agenda utama:

1. Hilirisasi riset vokasi menjadi produk dan solusi industri

2. Kolaborasi lintas institusi dan global partnership

3. Transformasi digital dalam sistem pembelajaran dan manajemen akademik

Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan employability, inovasi, sekaligus kontribusi nyata politeknik terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Dari Forum ke Aksi Nyata

Rapat kerja ini tidak berhenti pada diskursus konseptual. FORPOIN menargetkan lahirnya rekomendasi strategis yang implementatif, termasuk model kolaborasi konkret antara politeknik, industri, dan pemerintah.

Komitmen ini diperkuat oleh dukungan FDPNI yang menempatkan FORPOIN sebagai mitra strategis dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi Indonesia.

Dengan posisi strategis tersebut, FORPOIN diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga policy influencer dan innovation driver dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.