TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintahan Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) mengambil langkah baru dalam menangani keberadaan ikan sapu-sapu yang selama ini dikenal sebagai hama di perairan.
Selama ini, ikan sapu-sapu kerap dianggap merugikan karena populasinya yang tinggi dan dampaknya terhadap ekosistem perairan.
Namun, kini penanganannya tidak hanya sebatas pemusnahan.
Sebagian ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mulai dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian.
Langkah ini dilakukan dengan mengirimkan sampel ikan tersebut ke Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI).
Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang baru terkait pemanfaatan ikan sapu-sapu yang selama ini kurang bernilai ekonomis.
Baca juga: Ahmad Dhani Marah ke El Rumi, Sebut Putranya Masih Sibuk Kerja Padahal Sudah Mendekati Pernikahan
Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Arief Prakoso, menjelaskan tujuan dari pengiriman sampel tersebut.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan ke depan ikan sapu-sapu tidak hanya dipandang sebagai hama, tetapi juga memiliki potensi manfaat yang bisa dikembangkan.
"Selain penanganan, kami juga kemarin sudah mengirim sampel untuk dicoba di Balai Riset BRPSDI KP sebagai pakan alternatif," kata Arief, Jumat (24/4/2026).
Selain dikirim untuk penelitian, ikan sapu-sapu yang berhasil dikumpulkan dalam jumlah besar juga direncanakan akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
"Sudah ada lokasi-lokasi yang ditentukan, itu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik," ungkap Arief.
Dalam proses penanganan, Sudin KPKP Jakarta Selatan tetap mengedepankan metode pemusnahan yang dinilai lebih cepat dan tidak menyiksa ikan.
Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan memotong ikan agar proses kematiannya tidak berlangsung lama.
"Konsepnya adalah cepat matinya, tidak memperlama dan tidak mempersulit kematian dari ikan sapu-sapu tersebut," jelas Arief.
Baca juga: Nathalie Holscher Sudah Berani Tampil Mesra dengan Pacar, Minta Doa Baik Agar Segera Menikah
Sebelumnya, petugas gabungan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di saluran PHB Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Selama tiga jam pelaksanaan operasi, sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap.
Penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara manual, di mana petugas turun ke saluran PHB dan menebar jaring.
Setelah ditangkap, ribuan ikan sapu-sapu dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa ke lokasi pemusnahan yang berjarak sekitar 50 meter dari saluran PHB.
Di lokasi tersebut, petugas PPSU telah menggali lubang dengan kedalaman sekitar satu meter. Ikan sapu-sapu hasil tangkapan kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur.
Lurah Srengseng Sawah Sunardi mengatakan, lokasi penguburan ikan sapu-sapu dipastikan aman karena jauh dari permukiman warga.
"(Lokasi pemusnahan) Insya Allah nggak mengganggu ya, karena jauh dari permukiman dan di lokasi yang tidak ada penduduk," kata Sunardi.
Adapun operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini digelar secara serentak di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.
Ikan sapu-sapu dianggap menjadi predator bagi ikan-ikan lokal dan berpotensi merusak ekosistem kali.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJakarta.com)