BANJARMASINPOST.CO.ID – Temuan dua remaja di Peudada Aceh yang meninggal dunia diduga akibat kecelakaan tunggal.
Namun ternyata hasil penyelidikan kepolisian, kedua remaja asal Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen ternyata korban aksi tawuran.
Hasil penyelidikan kepolisian, keduanya merupakan korban tindak pidana sebelum terjatuh dari sepeda motor.
Kedua korban ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Desa Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Baca juga: Casver Kurir 12,9 Kg Sabu di Banjarmasin Divonis 20 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan JPU
Baca juga: Dengar Suara Perahu, Penyetrum Ikan di Paharangan HSS Kabur Tinggalkan Barang Bukti Alat Setrum
Awalnya, kejadian tersebut diduga sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan adanya unsur tindak pidana dalam insiden tersebut.
Kedua korban sempat ditemukan dalam kondisi kritis dan dibawa ke Puskesmas Peudada, kemudian dirujuk ke IGD RSUD Bireuen. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.
Identitas korban baru diketahui sekitar pukul 13.00 WIB pada hari yang sama, yaitu:
1. Masjidil Aqsa (17), warga Desa Ulee Kareung
2. Amirul Mukminin (17), warga Desa Cureh Baroh
Keduanya merupakan warga Kecamatan Simpang Mamplam.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, Jumat (24/4/2026), menjelaskan bahwa kasus ini bukan murni kecelakaan tunggal.
“Hasil penyelidikan menunjukkan adanya unsur pidana. Sepeda motor korban ditendang oleh pelaku hingga terjatuh ke dalam parit,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan tiga remaja terkait kasus ini pada Selasa (21/4/2026), masing-masing berinisial:
1. M Ml (18), warga Jangka
2. F Ys (18), warga Peusangan
3. Zr (17), warga Jeumpa (masih di bawah umur, berstatus saksi)
Dari hasil pemeriksaan Sat Reskrim Unit PPA Polres Bireuen, diketahui bahwa peristiwa bermula pada Sabtu malam (18/4/2026).
Para pelaku awalnya berkumpul di ruas jalan depan Kantor Bupati Bireuen dengan rencana melakukan tawuran dengan kelompok lain.
Namun, karena tidak menemukan kelompok yang dicari, mereka bergerak ke arah Peudada.
Sesampainya di lokasi kejadian, para pelaku melihat sepeda motor korban melintas dari arah Bireuen.
Mereka kemudian memanggil korban, tetapi tidak diindahkan.
Pelaku lalu menyerempet dan menendang kendaraan korban hingga terjatuh ke dalam parit.
Setelah korban terjatuh, pelaku sempat berhenti dan turun.
Baca juga: Harga Melambung, Pencurian LPG Makin Marak Bikin Warga Banjarmasin Resah
Keributan yang mengundang kehebohan, kembali terjadi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kali ini di atas jembatan Banua Anyar Jalan Pangeran Hidayatullah Kecamatan Banjarmasin Utara.
Peristiwa yang diduga adalah tawuran remaja tersebut terjadi kala dini hari Sabtu (4/4/2026).
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @info_banjarmasin, keributan tersebut terjadi di tengah-tengah jalan jembatan.
Dalam unggahan video tampak aksi kejar-kejaran antarpuluhan remaja di atas jembatan sekitar pukul 02.14 Wita.
Para remaja tersebut kemudian saling baku hantam dan tarik menarik satu sama lain.
Beberapa bahkan tampak berkelahi tanpa menggunakan alas kaki.
Sementara beberapa sepeda motor terlihat parkir di tengah jembatan.
“Sabtu 4 April 2026 dini hari, infonya ada keributan di daerah jembatan pengembangan banjarmasin,” terang unggahan tersebut.
Sontak insiden itu mengejutkan warga sekitar dan pengendara yang kebetulan melintas.
Meski demikian, warga tampak tak berani menghentikan keributan tersebut.
Hingga kini belum diketahui secara pasti pemicu. Termasuk, apakah pinak berwenang sudah merespons.
(SerambiNews.com /banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)