Fakta Viral Tempat Pijat Ferizka Utami di Palembang, Kata Pasien Penyakit Sembuh : Dokternya Bingung
Refly Permana April 24, 2026 10:27 PM


SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Viral di media sosial tempat pijat di Palembang milik Ferizka Utami.

Narasi yang beredar, Ferizka atau yang akrab disapa Ibu Ika melayani permintaan memijat bayi dan anak.

Ia dikenal dengan sebutan ahli totok pijat sirih.

Ketika wartawan Sripoku.com mendatangi lokasi pada Jumat, 24 April 2026, tempat pijat ini berlokasi di Perumahan Top 100 Jakabaring, Blok A3, No. 12, tepatnya di depan Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang.

Terlihat, tempat tersebut ramai pengunjung orang tua yang membawa anaknya untuk berobat ke sana.

Namun, terlihat juga pria berumur mulai dari 30 hingga 60-an tahun dan wanita berumur yang sama datang dengan berbagai penyakit untuk berobat ke sini, seperti stroke, patah tulang, amandel, penyakit dalam, dan lain-lain.

Baca juga: Usai Aksi Pijat Bayi Viral, IDAI Sumsel Bakal Datangi Praktik Pengobatan Ferizka Utami di Palembang

Di tempat ini terlihat masyarakat dari Palembang, bahkan luar Palembang, sudah menunggu antrean untuk berobat dengan Ferizka Utami.

Parkiran mobil dan motor terlihat panjang. Bahkan, saat turun dari mobil terlihat pasien dengan menggunakan kursi roda datang ke sini untuk mendapatkan pengobatan dan rela mengantre.

Seorang penjaga di tempat tersebut, Moan, mengatakan bahwa aktivitas pengobatan sudah berjalan cukup lama dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

“Sudah tiga tahun di sini. Kalau ikut dengan Ibu (praktisi pengobatan) itu sejak 2012,” katanya.

Moan mengatakan, pasien yang datang ke sini tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Lahat hingga Pulau Jawa.

Dalam sehari, jumlah pasien bahkan bisa mencapai ratusan orang.

“Sehari bisa sampai 250 orang yang berobat ke sini. Satu orang biasanya ditangani sekitar tiga menit,” jelasnya.

Metode pengobatan yang digunakan berupa totok saraf dengan bantuan media daun sirih.

Moan menyebut, cara tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berobat tanpa tindakan medis seperti operasi.

“Di sini pakai daun sirih dan ditotok sarafnya. Kita berusaha membantu,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, pasien yang datang cukup beragam, baik dewasa maupun anak-anak. Namun, untuk anak-anak memiliki jadwal khusus.

“Dewasa ada, anak-anak juga ada. Untuk anak-anak biasanya hari Kamis,” katanya.

Jenis penyakit yang ditangani pun beragam, dengan kasus terbanyak adalah stroke.

Selain itu, terdapat juga pasien dengan keluhan jantung, kanker, hingga patah tulang.

“Rata-rata stroke. Ada juga kanker, patah tulang,” bebernya.

Terkait biaya, jawab Moan bahwa pengobatan di tempat tersebut tidak mematok tarif tertentu dan bersifat sukarela.

“Tidak ada tarif, sukarela saja. Tidak ada paksaan,” tutupnya.

Sayangnya, Ferizka Utami belum berhasil ditemui lantaran masih banyaknya pasien berobat.

Baca juga: Ferizka Utami Pamer Testimoni Pasien Tumor Tulang Sembuh Usai Totok Sirih tanpa Meja Operasi: Logika

Seorang keluarga pasien, Ahmad Yani (39), mengatakan dirinya sudah mengajak anaknya berobat ke sini 20 kali sejak tahun 2012.

"Awalnya tahu dari saudara dan ke sini. Jadi, pas anak saya mengalami sakit amandel, saya bawa ke sini sembuh. Lalu saat ini membawa anak saya yang mengalami patah tangan dan kontrol berangsur sembuh," ucapnya.

Soal biaya, menurutnya, biaya pengobatan di tempat tersebut tidak ditentukan secara pasti.

“Nggak diminta, seikhlasnya kita berarti,” jelasnya, sambil mengatakan meski sudah berobat ke sini, ia tetap mengimbangi dengan pengobatan medis.

“Alhamdulillah percaya berobat di sini,” tambahnya.

Hal senada dikatakan pasien lainnya, Dosi (35), yang baru beberapa kali menjalani pengobatan di sini.

Ia mengaku mengetahui tempat ini dari keluarga dan lingkungan sekitar rumahnya yang pernah berobat ke sini.

“Kemarin itu dari mertua saya, Pak, tahu tempat ini. Lalu saya berobat ke sini," katanya.

Dosi juga mengklaim hasil pemeriksaan medis menunjukkan perubahan signifikan terhadap penyakit yang diderita.

"Saya sakit promil (perut–red). Setelah berobat ke sini, saya ke dokter, sampai bingung, katanya hilang total (penyakitnya),” ungkapnya.

Dalam proses pengobatan, pasien tidak hanya menjalani terapi pijat, tetapi juga diberikan anjuran pola makan buah.

“Disuruh makan buah-buahan. Ada pantangan makannya juga,” jelas Dosi, warga Sungsang itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.