Cum Date Pekan Depan! Ini Daftar Saham Rajin Bagi Dividen Akhir April 2026
Abdul Rosid April 25, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya pada pekan depan, tepatnya dalam periode cum date mulai Senin, 27 April hingga Kamis, 30 April 2026.

Momentum ini menjadi perhatian para investor, terutama bagi pemburu dividen (dividend hunter) yang mengincar keuntungan dari pembagian laba perusahaan.

Beberapa saham yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), hingga PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Baca juga: RESMI! BEI Rombak Indeks LQ45 Mei 2026, Ini 5 Saham yang Didepak dan Penggantinya

Selain itu, terdapat pula emiten lain seperti PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), serta PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI).

Analis menilai saham-saham tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dua pendekatan utama. Pertama adalah pendekatan high yield yang cocok bagi investor yang mengincar imbal hasil dividen tinggi dalam jangka pendek.

Dalam kategori ini, beberapa saham dinilai menarik seperti BNGA dengan yield sekitar 8,5 persen, DRMA sekitar 6,6 persen, AUTO sekitar 6 persen, ADRO sekitar 4,6 persen, serta PGEO di kisaran 4,8 persen.

Saham-saham tersebut dinilai memiliki kombinasi antara imbal hasil yang kompetitif dan fundamental yang relatif stabil, terutama dari sektor perbankan, otomotif, hingga energi.

Sementara itu, pendekatan kedua lebih menitikberatkan pada kekuatan fundamental untuk investasi jangka panjang. 

Dalam kategori ini, ADRO dan PGEO dinilai memiliki prospek cerah seiring tren transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.

ITMG juga masih menjadi pilihan menarik di sektor batu bara, meskipun pergerakannya cenderung mengikuti siklus harga komoditas global.

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, dan ITMG diperkirakan bergerak moderat akibat harga batu bara yang mulai stabil dan tidak sekuat periode sebelumnya.

Selain itu, potensi penurunan average selling price (ASP) dapat menekan margin keuntungan, meski arus kas perusahaan masih cukup solid untuk menopang pembagian dividen.

Dari sisi makro, tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp 17.200 per dolar AS. 

Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku, khususnya bagi emiten sektor manufaktur seperti AUTO dan DRMA.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah suku bunga acuan yang memengaruhi biaya dana di sektor perbankan, serta ketegangan geopolitik global yang dapat mengganggu rantai pasok.

Analis juga mengingatkan perbedaan strategi antara investor jangka panjang dan dividend hunter. 

Investor jangka panjang cenderung lebih fokus pada valuasi dan fundamental, sehingga tidak mudah terjebak dalam dividend trap.

Sebaliknya, dividend hunter lebih mengejar yield tinggi dalam waktu singkat, namun harus mewaspadai potensi penurunan harga saham setelah ex-date akibat penyesuaian harga.

Dengan berbagai peluang dan risiko tersebut, investor diharapkan dapat menyesuaikan strategi investasinya menjelang periode cum date akhir April 2026 ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.