IHSG Anjlok 3,38 Persen ke 7.129! Asing Jual Rp 1,88 Triliun Sepekan, Rupiah Jadi Biang Kerok
Abdul Rosid April 25, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM - IHSG kembali tertekan hingga akhir perdagangan Jumat (24/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan ditutup anjlok 249,116 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,49 pada pukul 16.00 WIB.

Tekanan terhadap pasar saham domestik tidak hanya terjadi dalam sehari. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat merosot hingga 6,61 persen. 

Salah satu faktor utama yang membebani pergerakan indeks adalah derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp 1,88 triliun di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa kombinasi sentimen global dan domestik menjadi pemicu pelemahan IHSG. 

Baca juga: Cum Date Pekan Depan! Ini Daftar Saham Rajin Bagi Dividen Akhir April 2026

Dari sisi global, kebijakan suku bunga di China yang tetap berada di level 3 persen dan 3,5 persen, serta BI rate yang bertahan di 4,75 persen, turut memengaruhi arah pergerakan pasar.

Selain itu, dinamika geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Meskipun terdapat indikasi meredanya konflik melalui wacana gencatan senjata antara sejumlah negara, ketidakpastian tetap membayangi sentimen investor.

Dari sisi komoditas, kenaikan harga minyak mentah dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.

Namun, tekanan terbesar datang dari dalam negeri, terutama dari pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam sepekan terakhir, rupiah terus terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menyentuh level Rp 17.300.

“Pergerakan rupiah menjadi kekhawatiran tersendiri karena berpotensi menambah beban APBN dan meningkatkan risiko fiskal ke depan,” ujar Herditya.

Senada, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menilai koreksi IHSG juga dipicu oleh tekanan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. 

Selain itu, pasar disebut tengah mengantisipasi potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks global MSCI.

Menurut Daniel, pelemahan rupiah yang menembus Rp 17.300 turut memperkuat sentimen negatif di pasar saham.

Untuk perdagangan awal pekan depan, Senin (27/4/2026), IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren koreksi. Herditya memproyeksikan level support berada di 7.031 dan resistance di 7.191.

Sementara itu, Daniel memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.900 hingga 7.300, dengan pelaku pasar masih mencermati perkembangan global, khususnya terkait geopolitik dan pergerakan nilai tukar.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih direkomendasikan untuk dicermati. Herditya menyarankan saham BULL dengan target harga Rp 595–Rp 630, DAAZ di kisaran Rp 2.670–Rp 2.910, serta HRTA pada level Rp 3.120–Rp 3.280.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.