Untidar Paparkan Inovasi Getuk Higienis di Konferensi Teknologi Pangan Internasional di Belgia
Yoseph Hary W April 24, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Makanan tradisional, Gethuk yang berasal dari bahan ketela mulai dipamerkan di luar negeri. Melalui Konferensi Teknologi Pangan Internasional FOODSIM 2026 yang digelar di KU Leuven, Belgia. Untidar memilih Inovasi Gethuk Higienis sebagai bahan presentasi risetnya.

Konferensi yang berlangsung pada 15–17 April 2026 di kampus Ghent KU Leuven tersebut dihadiri oleh puluhan ilmuwan dari berbagai negara yang fokus pada pengembangan teknologi pangan. Dalam forum ini, Untidar mengirimkan dua dosen sebagai penyaji setelah makalah mereka berhasil lolos proses seleksi ketat oleh panitia.

Salah satu penyaji dari Untidar, yang juga menjabat sebagai dosen S1 Teknik Mesin dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja sama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM, menjelaskan keikutsertaan Untidar merupakan bagian dari konsorsium FIND4S, sebuah proyek kolaborasi internasional yang bertujuan memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam menciptakan sistem pangan berkelanjutan berbasis data.

Proyek ini melibatkan tujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah serta empat institusi pendidikan tinggi di Eropa, dan didukung oleh program Erasmus+.

Gethuk higienis

Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan penelitian berjudul “Pengembangan Proses Higienis Singkong Lumat Tradisional dari Magelang (Getuk Magelang)”. Dengan memperkenalkan inovasi mesin produksi getuk higienis satu siklus yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pangan tradisional tersebut.

“selama ini proses pembuatan getuk masih dilakukan secara manual dan terpisah-pisah, mulai dari pengupasan hingga pembentukan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi. Mesin yang dikembangkan mampu mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari penggilingan hingga pemotongan, tanpa kontak manual berulang,” Jelas Suyitno.

Ia menilai Inovasi ini relevan dengan perkembangan kawasan Magelang sebagai destinasi wisata, khususnya dengan keberadaan Candi Borobudur yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Getuk diharapkan dapat menjadi oleh-oleh unggulan yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan tahan lama.

“Dengan sistem satu siklus, getuk dapat diproduksi lebih higienis karena seluruh proses berlangsung dalam satu rangkaian mesin tanpa perpindahan tangan atau tempat,” jelas Suyitno.

Bagikan gethuk pada peserta

Presentasi tersebut mendapat respons positif dari peserta konferensi. Bahkan, delegasi Untidar turut membagikan getuk asli Magelang kepada peserta dari berbagai negara sebagai bagian dari promosi kuliner lokal.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Teknik Mesin dan Teknologi Pangan Untidar, melibatkan sejumlah peneliti muda dalam pengembangannya.

Selain itu, dosen Untidar lainnya, M. Iqbal Fanani Gunawan, juga mempresentasikan penelitian terkait pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan pembuatan kombucha, yang turut menambah kontribusi Untidar dalam inovasi pangan berkelanjutan di tingkat global.

Partisipasi ini menjadi bukti bahwa riset berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar untuk dikenal dan diapresiasi di panggung internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.