Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu orang pelaku pengeroyokan berujung penusukan seorang kakek empat cucu, MJ (59) di gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026), berhasil ditangkap Anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, satu orang pelaku eksekutor penusukan terhadap korban berhasil ditangkap personelnya kurang dari 24 jam.
Namun, ia belum mengungkapkan secara detail profil identitas sosok pelaku eksekutor tersebut. Termasuk mengenai motif pasti yang melatarbelakangi aksi penusukan terhadap korban.
Karena, pelaku tersebut masih menjalani proses interogasi lanjutan dalam rangka pengembangan untuk mencari pelaku lainnya yang dimungkinkan masih buron.
"Alhamdulillah sudah tertangkap dalam waktu 1 x 24 jam. Berkat doa dan bantuan masyarakat," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Motif Penusukan Kakek di Simokerto Surabaya, Diduga Karena Asmara dan Utang
Sebelumnya, mewakili pihak keluarga besar korban, sang adik ipar korban, Iwan (34) berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum setimpal sesuai perundang-undangan.
Bahkan, pihak keluarga memasrahkan semua proses hukum para pelaku, kepada pihak Kepolisian.
Iwan menjamin, pihak keluarga tidak akan melakukan perbuatan yang bakal mengganggu atau mencederai proses hukum yang bergulir di Kepolisian atau Peradilan.
"Harapan saya, pertama tersangka dihukum setimpal. Kedua, semoga bisa cepat tertangkap. Ya kami pasrah pada Kepolisian. Kami pasrah ke Kepolisian," ujar Iwan saat ditemui TribunJatim.com
Kemudian, ibunda korban Zubaidah berharap pihak Kepolisian dapat segera menangkap semua pihak yang terlibat kasus
Zubaidah juga tak menyangka anaknya mengalami kejadian nahas tersebut.
Apalagi dirinya sama sekali tidak memiliki firasat apa pun yang menandai awal kejadian tersebut.
Bahkan sehari sebelum kejadian, korban sempat bertemu Zubaidah dan ngobrol seperti biasa termasuk bersama kerabat yang lain di rumah.
"Ya Allah nak, gak ada firasat. Kemarin malam ya biasa ketemu saya cerita-cerita. Bismillah semoga lekas tertangkap," ujar Zubaidah saat ditemui TribunJatim.com di depan rumahnya.