TRIBUNKALTARA.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melaksanakan tahapan wawancara dalam Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Proses ini digelar untuk memastikan kesesuaian antara gagasan dan kinerja para pejabat.
Bertempat di Ruang Kerja, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto, memimpin langsung jalannya wawancara, Jumat (24/4/2026).
Denny menegaskan tahapan wawancara menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan serta pemahaman peserta terhadap gagasan yang telah disusun.
"Wawancara ini untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap kondisi saat ini," kata Denny Harianto.
Ia menjelaskan, proses ini juga digunakan untuk menilai rekam jejak kinerja pejabat selama menjalankan tugas di perangkat daerah masing-masing.
Wawancara menjadi ruang untuk menggali capaian kerja, kontribusi nyata, serta rencana strategis ke depan dalam mendukung pembangunan daerah.
"Kami ingin memastikan apa yang disampaikan dalam makalah sesuai dengan apa yang telah dikerjakan," ujar Sekprov Kaltara.
Dalam penilaian, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya kualitas makalah, integritas, kemampuan komunikasi, kerja sama, serta pengambilan keputusan.
Pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan juga menjadi indikator penting.
Baca juga: Investor Qatar Lirik Potensi Migas di Blok Ambalat dan Manufaktur Kaltara
Denny memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif dan transparan, dengan sistem yang memungkinkan peserta berhadapan langsung dengan tim penilai.
Hasil wawancara nantinya akan dikompilasi bersama penilaian dari lima anggota panitia seleksi untuk menghasilkan rekomendasi kandidat terbaik yang layak menduduki jabatan.
(adv)